Closed Thread
Page 1 of 6 1 2 3 ... LastLast
Results 1 to 20 of 103

Thread: [Read] Lomba Membuat 100 Cerpen

  1. #1
    Banned
    This user has no status.
     
    ----
     
    ~Tinkerbelle~ Masih Tahap Guest
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    408
    Post Thanks / Like
    Achievements

    [Read] Lomba Membuat 100 Cerpen

    Okay, dengan ini ShaSha membuka Lomba Cerpennya okeh...

    Peraturan event ini bisa dibaca di SINI

    SEMUA BISA IKUT LOMBA INI TANPA MENDAFTAR, LANGSUNG POSTING AJA CERITAMU~

    CERITA YANG DIANGGAP MELANGGAR PERATURAN AKAN DIHAPUS TANPA PEMBERITAHUAN SEBELUMNYA~



    Sekedar pemberitahuan, cara postingnya :

    Topik yang dipilih : Hujan
    Cerita :
     
    bla bla bla bla
    Dan inilah 100 topiknya:

    1. Natal
    2. Malam Natal
    3. Pohon Natal
    4. Pesta Natal
    5. Semangat Natal
    6. Santa Claus
    7. Coklat
    8. Salju
    9. Persahabatan
    10. Cinta
    11. Kurcaci
    12. kado natal
    13. Harapan
    14. Liburan
    15. Aku dan keluarga
    16. Boneka Salju
    17. Malaikat
    18. Lagu natal
    19. Patah hati
    20. Masa kecil
    21. Kenangan terindah
    22. Foto
    23. Mama
    24. Piet Hitam
    25. Peri Natal
    26. Kemenangan
    27. Buku
    28. Tanggung Jawab
    29. Film
    30. Keraguan
    31. Arti Natal
    32. 3600 detik
    33. yang terbaik
    34. Permen
    35. Kue
    36. Tarian natal
    37. maaf
    38. tradisi natal
    39. sunyi
    40. misteri natal
    41. Damai
    42. Kereta Santa
    43. Mencari Santa
    44. internet
    45. Forum
    46. Mencari mimpi
    47. Kreasiku
    48. AyoDance
    49. Lineage II
    50. hujan
    51. Perang
    52. Karung Kado Santa
    53. Super Couple
    54. Terimakasih
    55. Tetanggaku
    56. Tetap anak-anak
    57. Natal yang sederhana
    58. Idola
    59. Pandangan Pertama
    60. Lampu Natal
    61. Kelap-Kelip
    62. Bintang Jatuh
    63. My Wedding Party
    64. Warung Kopi
    65. Doraemon
    66. Ninja
    67. Legenda
    68. Rocker di malam natal
    69. Lembaran Baru
    70. Negeri dongeng
    71. Natal Terakhir
    72. Natal Pertama
    73. Masak bersama
    74. Reuni
    75. bertemu denganmu
    76. kangen
    77. hiasan Natal
    78. Toko Roti
    79. Banjir
    80. Lapar
    81. Bosan
    82. Mainan
    83. 100 tahun
    84. Detik
    85. Hal istimewa
    86. Aktivitas natal
    87. Sakit
    88. pulang
    89. Kehilangan
    90. Kejutan
    91. Ketakutan
    92. Handphone
    93. Selembar kertas usang
    94. Foto keluarga
    95. Binatang peliharaan
    96. Lemari ajaib
    97. Radio
    98. Susu
    99. Piala
    100. Tangis di hari natal


    SUMMARY:

    1. Inugami : Binatang peliharaan, Bosan, Bintang Jatuh, Peri Natal, Malam Natal, Idola, Doraemon, Lapar, Buku, Legenda, Lembaran Baru, Pulang, Hujan, Susu, Ketakutan, Cinta, Kelap-Kelip, Kereta Santa, Kemenangan, Film, Damai
    (total: 21)

    2. Scarface : Malaikat, Aku dan keluarga, Mainan, Ninja, kangen, Warung Kopi, Patah hati, Selembar kertas usang, Tetanggaku, Negeri dongeng, Reuni, Harapan, Mama, Tangis di hari natal, Radio, Piala, Banjir
    (total: 17)

    3. S3XY~Aurora : Piet Hitam, Lagu Natal, Foto, Natal yang Sederhana, Keraguan, Lineage II, Masa Kecil
    (total: 7)

    4. *|[Amoure]|* : Semangat Natal, Sunyi,
    (total: 2)

    5. ~Killua-cute~ : Arti Natal, AyoDance, Karung Kado Santa, Toko Roti, Handphone, Kreasiku, Kejutan,
    (total: 7)

    6. -MoNyeT- : Misteri Natal, Natal Terakhir, Kurcaci, Internet, Tetap Anak-anak, Natal, Hal Istimewa, Rocker Di Malam Natal, Detik, Liburan
    (total: 10)

    7. ~MeoW~GuK~ : Pesta Natal,
    (total: 1)

    8. Eve-- : Mencari Santa, My Wedding Party, Salju, Kue, bertemu denganmu, Lemari Ajaib, Masak Bersama, Foto Keluarga, Terimakasih, yang terbaik, Super Couple
    (total: 11)

    9. ---~Friz~--- : kado natal, Natal Pertama, Coklat, Tarian Natal, Hiasan Natal, Pandangan Pertama, Permen, tradisi natal
    (total: 8)

    10. Kitten : Santa Claus, Tanggung Jawab, Maaf, 3600 Detik,
    (total: 4)

    11. -Fate-LeinGod- : Pohon Natal, Kenangan Terindah, Mencari mimpi, Aktivitas Natal, Lampu Natal
    (total: 5)

    12. FluFFy~TuiD : Persahabatan, Sakit,
    (total: 2)

    13. ¤~StradivariuS~¤ : Kehilangan, Boneka Salju, Perang, 100 tahun
    (total: 4)

    14. -KoJi-4uM- : Forum,
    (total: 1)
    [center]<br />[url=http://forum.megaxus.com/index.php?topic=55176.0][font=Vrinda][color=green][size=16pt][b]LOMBA CERPEN VALENTINE &amp; IMLEK[/b][/size][/color][/font][/url]<br />$suka$<br />~Ikutan Yah~ [/center]

  2. #2
    Inugami
    Guest
    This user has no status.
     
    ----
     

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    95. Binatang peliharaan

    _________________________________________________

    [spoiler=Kucing]Hai namaku Eva, umur 15 tahun. Malam ini aku dan ibuku akan jalan-jalan membeli bermacam-macam hadiah untuk merayakan tahun baru. Hihi.. senang sekali rasanya! Aku benar-benar menyukai tahun baru!

    Akhirnya kami sampai di pusat perbelanjaan setelah berjuang menembus kemacetan. Tempatnya agak mirip pameran, dengan berbagai macam dagangan yang identik dengan tahun baru. Ada terompet, kembang api, dan lainnya. Benar-benar ramai!

    Aku dan Ibu hanya berjalan-jalan sambil sesekali melihat-lihat. Sepertinya ibu ingin membeli baju dan sepatu baru karena dia selalu berhenti di tempat itu. Ah, ibu berhenti lagi deh!

    Aku hanya duduk menunggu ibu memilih-milih baju, sambil mataku melihat-lihat keramaian ini. Tiba-tiba terdengar sayup-sayup lemah dari arah sungai. Suara apa itu? Aku pun segera berlari untuk melihat.

    “Meong, meong,”

    Oh, tidak! Anak kucing itu dalam bahaya!!

    Disana, di sungai itu, seekor anak kucing berbulu putih mengeong. Dia terapung-apung di atas kardus kecil. Aku tak mengerti bahasanya, tapi aku tahu kalau kucing itu meminta tolong dan amat ketakutan. Tak ada seorang pun yang memperhatikan dan memperdulikan kucing itu, mereka terlalu sibuk untuk menyambut malam Tahun Baru.

    “Ibu, selamatkan kucing itu, Bu! Kucing itu dalam bahaya!”

    “Apa? Tidak sayang, kita harus segera pulang, nanti jalan akan macet!”

    Macet gara-gara tahun baru?! Oh, sekarang aku benar-benar membenci tahun baru!

    “Tidak, aku tidak mau pulang! Aku harus menyelamatkan kucing itu!”

    Aku mau saja terjun ke sungai itu, toh aku mendapat nilai A untuk mata pelajaran renang.

    “Duh, sayang... jangan minta yang aneh-aneh! Jangan ngambek disini, malu kan dilihat banyak orang?”

    Ibu berusaha menarikku pulang, tapi aku terus berontak. Oh, tidak! Kucing itu dalam bahaya! Kardus yang di tumpanginya sudah mulai tenggelam!

    “Para hadirin! Mari kita mulai hitung mundur menyambut Tahun Baru!”

    Terdengar suara MC diatas panggung. Para pengunjung bersorak antusias dan mulai berhitung mundur.

    “10!” Ibu masih menggenggam tanganku dengan erat, aku terus berontak.

    “9!” Kucing itu mengeong, tampak seperempat tubuhnya mulai tergenang air.

    “8!” Ibu mulai menyeretku menjauhi sungai dengan kedua tangannya.

    “7!” Setengah tubuh kucing itu tergenang air.

    “6!” Suara kucing itu mulai tak terdengar karena ibu berhasil menyeretku menjauhi sungai.

    “5!” Aku menggigit tangan Ibu.

    “4!” Aku berlari secepat mungkin kembali ke arah sungai.

    “3!” Aku sampai di tepi sungai itu, kucing itu sudah hampir tenggelam.

    “2!” Aku membuka sepatuku, dan mengambil nafas dalam-dalam.

    “1!” Aku melompat ke ke sungai itu.

    “SELAMAT TAHUN BARU!!!”

    BYUURRRR. Aku berenang ke arah kucing itu, dinginnya air sungai langsung terasa menusuk tulangku. Tapi aku tetap percaya dengan kemampuanku berenang. Akhirnya aku dapat menyelamatkan kucing itu, kucing itu menggigil kedinginan seperti halnya aku.

    “Dasar! Bagaimana kalau kamu sampai keram!”

    “Tenang saja, Bu! Aku jago berenang kok, hehehe.. Hatchi!”

    Oh tidak.. sepertinya tahun baru kali ini aku harus berbaring di rumah. Ah, setidaknya aku tidak sendirian, benarkan Katherinne sayang?

    “Miaw~"[/spoiler]

    _________________________________________________


    [spoiler=comment]bingung mo nulis apa wkwkw
    dah ah mo langsung bobo aja, pusing
    [/spoiler]

    Comment from ShaSha :

    Ceritanya bagus dan mudah dimengerti. Penggunaan kata-kata dan tanda bacanya baik sehingga mempermudah pembaca dalam membacanya.
    Saat penghitungan countdown tahun baru, bisa terasa suasana menjadi slow motion dan menegangkan.
    ShaSha jadi tegang juga takut kucingnya tenggelam haha...




     

    Comment from stylish:

    ceritanya bagus walau temanya bnyk dipake dimana2, tp ekspresi dari ceritanya sangat menarik, tau maknanya cukup menguras ide dan banyak sekali pengalaman yg bisa didapat hueehehe, saya paling suka cerita ini, emosinya bagus nice bgt

  3. #3
    ~Star Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    Scarface Masih Tahap Guest Scarface's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    9,898
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    17. Malaikat

     

    Elly adalah gadis cantik dengan senyum yang menawan.
    bila ia tersenyum, siapapun akan menyukainya. banyak pria yang menggandrunginya karena kecantikannya.
    dan ia selalu tersenyum ramah setiap kali ada yang merayunya, mencintainya, menyayanginya, menyapanya,
    menegurnya, bahkan bila ada yang membencinya, menghasutnya, atau mengejeknya.

    akan tetapi, pada hari yang naas itu, Elly berhenti tersenyum.
    ceritanya begini.

    suatu hari, ia dan ayahnya pergi keluar kota dengan menggunakan motor.
    dan mereka mengalami kecelakaan yang mengakibatkan keduanya sempat
    merasakan bagaimana rasanya dirawat di rumah sakit bagian UGD.

    mereka masih diberkati Yang Maha Kuasa, karena masih hidup tanpa kekurangan suatupun.
    sang ayah yang juga ikut di opname saat itu, kini sudah kembali bisa melakukan rutinitas sehari-hari
    tanpa terpengaruh luka yang dibawanya sejak kecelakaan tersebut.

    akan tetapi tidak dengan Elly.

    ia berhenti tersenyum...

    semua orang merindukan Elly yang selalu tersenyum, tertawa, dan suka bergurau.
    Elly bukan hanya berhenti tersenyum. Tapi dia juga berhenti membuka mulutnya.
    ia tampaknya tidak mau membuka mulutnya sama sekali, dan selalu cemberut.
    bila ia makan pun cepat-cepat ia memasukan makanan ke dalam mulutnya.
    semua orang tidak mengerti apa yang terjadi pada Elly.

    Dokter yang menanganinya hanya berkata "non Elly tidak kehilangan apapun.
    ia juga tidak menjadi bisu atau cacat.. hanya...."

    "hanya apa, dok?" tanya sang ibu dengan resah.

    Dokter menggeleng. "akh.. saya sudah berjanji pada non Elly untuk tidak mengatakannya pada siapapun.
    maaf.. saya fikir ini hanya masalah waktu. bila sudah tiba saatnya, nanti dia sendiri yang akan mengatakannya
    pada kalian"

    sebentar lagi malam Natal.
    Jack sebagai teman Elly dari kecil, menyayanginya, dan ingin Elly kembali tersenyum seperti sedia kala.
    Jack menjadi murung karena selalu memikirkan caranya.

    "daripada kau terus murung begitu, lebih baik kau belikan ibu makanan di depan gang 5, Jack!" kata ibunya.
    tanpa bicara lagi, Jack mengambil uang dan segera pergi untuk membelikan ibunya nasi goreng.
    di tengah perjalanan pulang, Jack melewati jalan yang sepi dan agak gelap.

    Jack sangat tertarik saat ia melihat ada sebuah benda kecil yang berkilauan tergeletak di atas aspal.
    ia menghampirinya, ternyata seorang malaikat kecil terbaring lemah.

    "hiks... tolong, waktu aku sedang terbang, sebuah mobil menabrakku sehingga sayapku ****t.. aku tak bisa kembali ke surga.." isak malaikat tersebut.

    Jack segera memasangkan kembali sayap malaikat tersebut pada tempatnya.
    Jack tertegun karena cara memasangnya mirip dengan cara memasang pada mainan lego.

    setelah malaikat kembali seperti sedia kala, ia terbang dengan riangnya.
    "terima kasih! sekarang ini malam natal, kalau aku tidak segera hadir di surga, Tuhan pasti akan khawatir dan menjadi sedih. berkat kau, aku tidak terlambat! apapun keinginanmu, akan aku kabulkan. satu saja."

    Jack bersemangat. "ini dia!" pikirnya.
    kemudian dengan berapi-api, Jack berkata "malaikat, .. tolong kabulkan permintaanku yang sederhana ini!
    aku ingin... aku ingin senyum Elly kembali!"

    Malaikat lalu memberikan sebungkus kotak kecil pada Jack.
    "bukalah di hadapan Elly. maka senyumnya akan kembali."

    Jack segera berlari mendatangi Elly. dalam benaknya, ia sangat terharu karena akhirnya bisa melihat kembali senyum yang sudah lama menghilang dari wajah yang manis itu.
    ia segera memanggil-manggil nama Elly.

    Elly keluar rumah.
    Jack menyodorkan hadiahnya. "bukalah.."
    Elly menatap Jack heran seakan bertanya "apa ini?"
    Jack mengerti dan menjawab "hadiah natal untukmu."
    Elly membukanya.

    didalamnya ada sepasang gigi depan manusia.
    Elly sangat senang. tanpa sadar ia tersenyum lebar, dan tampaklah dari mulutnya,
    bahwa 2 gigi depan Elly ternyata tanggal gara-gara kecelakaan tempo hari lalu!
    kedua gigi depan tersebut secara ajaib pindah ke dalam mulut Elly.

    "terima kasih Jack! aku harap ini bukan mimpi!" Elly memeluk Jack dan menciumnya sebagai tanda terima kasih.
    sejak itu, Elly kembali tersenyum seperti sedia kala.


    Comment from ShaSha :

    Ide ceritanya menarik. Ending ceritanya pun tidak terduga. ShaSha nda menduga ternyata Elly ompong.
    Pembawaan ceritanya cukup baik, sayangnya ada beberapa tempat yg salah menggunakan kata.
    Contohnya:
    akan tetapi, pada hari yang naas itu, Elly berhenti tersenyum.
    ceritanya begini.

    Akan jauh lebih baik kalau ditulis : "Beginilah ceritanya"
    Cuma masalah sepele tapi cukup penting, lho.



     
    Comment from Stylish:

    Cukup bagus tapi kurang di endingnya, kurang wow, tp idenya dah cukup menarik
    It’s a scar.It can’t be healed
    Dream, give me signs | turn back the clock | give me some time | I need to break up | make new name | it's brand new day

  4. #4
    Inugami
    Guest
    This user has no status.
     
    ----
     

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    81. Bosan

     
    BOSAN! Kenapa aku ditinggal sendirian di rumah sementara yang lain bersenang-senang?! Ini sungguh tidak adil! Aku mau hak asasi, aku minta keadilan!

    Ah, kucing bodoh itu lagi-lagi mentertawakan aku melalui jendela! Benar-benar kurang ajar, hanya karena dia bisa bebas berkeliaran di luar begitu, dia jadi sok pamer!

    “Guk!”

    Aku menggonggonginya dan berusaha mengusirnya dari pandanganku, tetapi kucing itu tetap cuek dan malah meledekku. Oh tunggu, mungkin kalian tidak tahu siapa aku? Namaku Buddy, aku adalah seekor a***** Golden Retreiver. Majikanku, Eva, sedang pergi keluar bersama keluarganya untuk membeli beberapa barang karena ini malam Tahun Baru. Dan aku sendirian disuruh menjaga rumah mereka, ah bosan sekali!

    Sepertinya percuma saja aku menakuti kucing jelek itu, dia malah semakin menjadi-jadi meledekku. Aku tidur saja deh, tidak ada yang bisa kukerjakan.

    CREKKK.

    Hmmm? suara apa itu?

    Aku segera mempertajam pendengaranku, rasanya aku tidak mendengar suara mobil Eva. Dan... ada bau asing yang memasuki rumah ini. Astaga?! Pencuri kah?!

    Aku mengendap-endap sambil menelusuri bau aneh itu, asalnya dari jendela kamar Eva. Seseorang yang tak kukenal sedang berusaha membuka jendela itu. Aku mengawasi dari luar ruangan, tidak membuat suara dan bersiap menyergap.

    Orang itu akhirnya berhasil memasuki rumah, dan ketika dia melewatiku..

    GRAUP!!

    “ARRRGGGHHH!!!”

    Aku langsung menggigit pantatnya dengan garang! Huahuahua.. rasakan kamu maling! Jangan kira kamu bisa mencuri barang-barang di rumah ini selama masih ada aku!

    Maling itu pun segera berbalik dan kembali melompat keluar jendela.

    Hahaha! Tau rasa dia!

    Aha! Kini jendela terbuka! Horeee, aku bisa keluar! Akan kuberi pelajaran kucing jelek itu karena sudah mempermainkan aku!

    Dengan antusias, aku segera melompat keluar. Eh, tunggu... sepertinya aku melupakan hal penting...? ARGH, KAMAR EVA ADA DI LANTAI 2!!!

    BRUGH!

    Aku terjatuh dengan sukses, dan tiba-tiba saja dunia menjadi gelap. Oh, apakah aku akan mati? Hahaha, mati saat menjaga rumah? Sepertinya tidak terlalu buruk...

    Aku membuka mataku, dimana ini? Ah ini kan kamar Eva. Aku masih hidup rupanya, dan... OMG, itu kan pencuri yang aku gigit pantatnya semalam?! Dia sudah ditangkap polisi rupanya! Hahaha, rasakanlah kehebatan Buddy si a***** penjaga!

    “Buddy! Kenapa kamarku berantakan?!"

    Tadi malam ada maling masuk kamarmu! Dan aku berhasil mengusirnya! Lihat, lihat koran ini! Dia sudah tertangkap!

    Ah, maksudku sih ingin berbicara begitu, tapi yang keluar dari mulutku malah gonggongan. Nasib deh jadi a*****...



    Comment from ShaSha :

    Wah.. karakter utamanya seekor a*****! Tak disangka. That's good.
    Secara keseluruhan ceritanya lucu banget & ShaSha bisa merasakan bosannya perasaan si a***** apalagi di ending.
    Hanya saja ada keganjilan pada endingnya (faktor mengetik buru2 kah?)
    Bagaimana caranya Buddy bisa ada di kamar Eva? Bukankah dia terjatuh dari jendela?
    Masa si pencuri berbaik hati menggendongnya ke atas?
    Tak mungkin Eva sendiri yg menggendong karena Eva pada akhirnya meminta pertanggungjawaban Buddy pada kamarnya yg berantakan.
    Hayoo?



     
    Comment from Stylish:

    Saya setuju dengan Shalala yang bilang ini terburu-buru, ide ceritanya ok tp kesan ceritanya kurang kuat

  5. #5
    ~Star Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    Scarface Masih Tahap Guest Scarface's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    9,898
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    15. Aku dan keluarga

     

    bu Florence sedang merapihkan pakaian yang baru saja di setrikanya.
    usianya baru 60 tahun, akan tetapi kerutan-kerutan di wajahnya mengatakan bahwa usianya lebih dari itu.
    ia memiliki 8 orang anak, akan tetapi mereka tidak saling akur.
    keluarganya terpencar-pencar.

    aku sebagai seorang pembantu rumah tangganya, sudah 17 tahun bekerja di sana.
    awalnya aku hanya sebagai seorang suster penjaga anaknya yang ke 5.
    akan tetapi lama kelamaan mereka sudah menjadi seperti keluargaku sendiri,
    seakan aku adalah anak ke 9 mereka.

    semua anak-anaknya begitu sudah mandiri, hidup terpencar darinya,
    pergi ke mana-mana. termasuk, Jack, anak bu Florence yang sering terlupakan.
    aku sudah mengenal Jack sejak ia lahir, dan ia sudah seperti putraku sendiri.
    aku selalu berada di sekitar Jack, aku tahu kapan ia sedih, kapan ia susah, kapan ia senang.
    sewaktu bayi, aku yang memandikan dia.
    sewaktu ia masuk sekolah, aku yang menunggui dia sampai ia pulang.

    bagi anak lain, Jack hanyalah seorang anak pendiam yang tidak jelas.
    ia sering menjadi sasaran keisengan saudara-saudaranya.
    barangkali karena anak ke 5, berada di urutan tengah,
    Jack seringkali dilupakan keluarganya.
    apabila ia pulang terlambat, bu Florence sering lupa menyisakan makanan untuknya.
    bahkan terkadangpun keluarga Dorter seringkali salah memanggil namanya menjadi
    Josh atau Buck, atau Chip, bahkan Dale.

    biasanya, setiap anak yang sudah mendapatkan pekerjaan,
    mereka segera memanfaatkan ini sebagai kesempatan untuk pergi dari rumah
    yang menyesakkan ini.
    jadi begitu ada yang sudah mendapatkan pekerjaan, tak tanggung lagi, mereka pasti akan
    langsung pergi meninggalkan rumah, dan tak pernah kembali sekalipun.

    kecuali Jack.

    ia sadar benar kedua orangtuanya sudah cukup tua.
    karena prestasinya yang buruk di bidang akademis,
    Jack kesulitan mendapatkan pekerjaan, walau aku sendiri tahu,
    Jack adalah seorang anak yang jujur.

    Jack selalu kembali ke rumah, dan rajin memberikan penghasilannya pada orangtuanya.
    akan tetapi, sejak pertengkaran tersebut, Jack tak pernah kembali lagi kemari.

    Jack bertengkar dengan semua saudaranya, dan kedua orangtuanya.
    masalahnya, Jack membeli sebuah televisi dan mainan Playstation, untuk hiburannya sendiri.
    ini dilakukannya karena orang rumah seringkali mengabaikannya.
    ia mengi****an saudara-saudaranya untuk meminjamnya.
    akan tetapi suatu hari ia pulang, dan hendak menghibur diri dengan main playstation.

    akan tetapi adiknya, Barry, tidak mau gantian.
    hal ini sudah berlangsung selama 3 minggu. Jack pun emosi dan berkelahi.
    Barry adalah anak yang gagah, kesayangan ayahnya.
    tentu saja sang ayah membela Barry.
    Jack emosi dan menyerang sang ayah. ia melempar ayahnya dengan menggunakan helm miliknya.
    dilempar begitu, semuanya maju untuk memukuli Jack.

    lagi-lagi aku yang merawat luka-lukanya. ia benar-benar dipukuli.
    si kambing hitam keluarga, satu-satunya anak yang selalu kembali untuk membagi penghasilannya,
    dan selama ini tak pernah protes atas ketidak adilan yang terjadi padanya,
    dipukuli karena memperjuangkan haknya sendiri yang dirampas anak kesayangan ayahnya.

    Jack tak berkata apapun. tapi diam-diam aku tahu bahwa ia menangis.
    sejak itu, aku tak pernah lagi melihat Jack di rumah.
    ia tidak kembali. kudengar ia juga pindah tempat kerja.
    entah ia berada dimana sekarang...

    Jack, Natal adalah saat dimana kau saling memaafkan,
    karena malam Natal adalah malam dimana kehidupan baru terlahir di dunia ini.
    Bu Florence sudah menyadari kesalahannya, demikian pula dengan ayahmu.
    mereka berdua sangat merindukanmu.
    mereka ingin sekali menuliskan surat untukmu.
    akan tetapi kau berada dimana, mereka tidak tahu.

    kini mereka berdua sering pergi beribadah, dan dalam doa mereka,
    aku tahu bahwa yang paling mereka inginkan adalah kepulanganmu..
    pulanglah Jack, biarlah keluarga ini terlahir baru untukmu.


    Comment from ShaSha :

    Sewaktu memberikan topik ini, dalam pikiran ShaSha ceritanya akan jadi sebuah cerita yang hangat.
    Ternyata dibawakan dengan gaya yg begitu suram... Kadang-kadang hal seperti ini memang terjadi dlm keluarga tapi rasanya nda sampai melupakan nama anak sendiri haha...
    Secara keseluruhan cukup baik. Sayangnya agak kurang menggigit karena endingnya yang mengambang.



     


    Comment from Stylish:

    menarik jg tp endingnya ga diduga ya, ahahaha
    It’s a scar.It can’t be healed
    Dream, give me signs | turn back the clock | give me some time | I need to break up | make new name | it's brand new day

  6. #6
    ~Star Poster~
    is a Hardcore Kamilia
     
     
    Kitten Harapan Baru Forum Kitten's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    9,796
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    6. Santa Claus

     
    Santa!

    “Hei, kamu mau ke mana Preston?” teriak Mama kepadaku.

    “Cuma ke depan sebentar, Ma!” Aku menjawab sambil berlari menuju pintu rumahku.
    Aku keluar dan tersenyum lebar,”Hore!!! Salju turun!!!”

    Brrr, ternyata udara sudah terasa sangat dingin. Aku yang memakai baju dua lapis ini masih saja menggigil. Ah, aku harus cepat-cepat masuk rumah, mau memberitahu Mama juga.

    BLAM! Pintu tidak sengaja kubanting karena terlalu semangat.
    “Mamaaaaaaaaaa! Salju sudah turun!!!”
    Terdengar Mama menjawabku dari jauh,”Iya sayang... Sini! Minum coklat panas kamu dulu.”
    Aku berlari menuju Mama. Memang suasana Natal selalu membuatku semangat.

    “Iya nih, hampir Aku lupa kalau Mama bikin coklat panas... Makasih ya, Ma!” Aku segera meminum minuman kesukaanku itu.
    Tidak berapa lama, Mama yang sedang merapikan meja makan berkata padaku,“Preston, kamu jangan lari-lari dong. Ini kan rumah temannya Mama. Nanti Mama ngga enak sama dia.”
    “Iyah Mama...” Aku melempar senyum ke Mama lalu melesat pergi ke kamarku setelah coklat panasku habis.

    Enak ya teman Mamaku. Tinggal di Amerika. Cobaaa, aku juga tinggal di sini. Bisa tiap Natal menikmati salju. Mau banget! Untung Mama tahun ini mau mengajakku ke sini. Kalau Papa ikut pasti bakal lebih enak lagi. Apalagi Papa paling asyik kalau diajak main. Tinggal tunggu salju menumpuk aja nih biar bisa bikin boneka salju. Hmm... Tapi Natal masih sepuluh hari lagi. Ga sabar rasanya.

    Lima belas menit setelah aku berkhayal macam-macam, Tante Liz memanggil,” Preston! Bersiap-siap ya, kita mau pergi nih sama mama kamu!”
    Dalam otakku sudah terbayang segala macam keindahan Natal.
    Salju... Atap-atap rumah jadi warna putih semua... Jalan-jalan juga... Santa Claus... Anak-anak sebayaku sedang lempar-lemparan salju di luar rumah... Ah iya... Aku belum punya kenalan di sini.

    Oklahoma sih termasuk kecil menurutku. Seharusnya sih mudah untuk dapat teman. Gimana ya supaya dapat teman di sini...
    “Preston! Jangan lama-lama!” Teriakan Mama membuyarkan lamunanku.
    Segera kuambil headphone bulu-bulu untuk mengurangi dingin di telingaku. Bajuku sudah cukup tebal... Emm... Ga deh, pake jaket lagi aja biar ga dingin... Aku langsung menuju pintu depan.

    Mama sedang menunggu di sana. “Ini kaus kakimu.” kata Mama sambil memberikannya kepadaku,”Tante Liz sudah menunggu di mobil tuh, kamu lama sih.”
    “Maaf Ma... Hahaha...” Memang moodku lagi senang kali, pembawaannya ingin tertawa melulu.

    Aku sudah berada di mobil sekarang. Tante Liz menyetir mobil Audi TT-nya. Mama dan aku duduk di belakang.
    “Tante, mobilnya keren ya...” Aku takjub dengan penampilan luar dalamnya.
    “Hahaha, Tante juga suka sama mobil Tante ini...”
    Mama tiba-tiba menyambar,”Berapa Liz harganya?”

    Tidak mendengar jawabannya, aku benar-benar melihat semua yang ada di bayanganku tadi. Salju... Anak-anak... Cerobong Asap... Hanya satu yang tidak muncul. Santa Claus atau sering kudengar disebut Sinter Klas oleh teman-temanku. Yang kudengar itu hanya bohong-bohongan. Tapi masa sih?

    Penasaran, aku pun bertanya,“Kita mau ke mana sih Tante?”
    “Rahasia. Kamu pasti senang di sana, sayang...”
    Tante Liz menjawab dengan lembut sekali.
    Memang dia orangnya sangat lembut.

    Mobil melambat dan akhirnya berhenti.
    “Kenapa Liz?” Mama kelihatan bingung.
    “Bensinnya habis nih. Duh gimana ya, sudah jauh dari rumah lagi. Di sekitar sini kan ga ada yang jual bensin.”
    Aku terdiam saja.
    Tante Liz menambahi,”Duh, ponselku ga ada sinyal lagi, kamu punya gimana Ra?”
    “Aku kan lupa bawa charger ponsel...” Mama menjawab pasrah.
    Aku masih terdiam, berharap ada pertolongan segera.

    HOHOHO!
    TOK TOK TOK---
    Di kaca terlihat sesosok bapak-bapak gemuk berjanggut putih, bertopi merah, dan berpakaian merah. Wah! Itu... Itu kan Santa Claus!
    Tante Liz segera membuka kaca jendela.
    “Santa! Tolong bantu kami!” Kataku setelah jendela sudah terbuka.
    Santa yang sejak tadi tersenyum menjawabku,”Santa pasti membantumu Nak.”
    Sepertinya aku mengenal suaranya... Tapi... Ga mungkin ya...

    “Mau bantu gimana Santa?” Tanya Tante Liz.
    Santa memberikan tiga botol bensin. Waaah, baiknya... Eh? Bensin?
    Aku bingung. Memangnya Santa memberikan bensin ya? Tapi pertanyaan itu hanya kutanyakan dalam hatiku. Aku tidak ingin membuat Santa marah, habisnya dia tersenyum terus sih.
    Senyumnya ramah sekali, hatiku terasa hangat melihatnya. Memang benar ternyata kalau Santa Claus itu sangat baik hati.

    “Santa! Aku masih ada perminta---”
    Belum selesai ujaranku, Santa sudah tidak ada.
    “Mana Santanya Ma?” Tanyaku kepada Mama sementara Tante kelihatan sibuk mengisi bensin untuk mobil kerennya.
    “Tadi sudah pergi. Kamu melamun terus sih...” Ujar Mama sambil mencubit pipiku.

    Tante Liz masuk ke dalam mobil dan mencoba menyalakan mesin mobilnya lagi.
    “Nah!~ Sudah bisa jalan!” Katanya senang.
    “Yeeey! Artinya kita jadi pergi ke tempat yang bikin Aku senang dong!”
    Mama mengelus rambutku,”Iya, Preston bawel...”

    Cukup lama, sampai juga mobil di suatu tempat. Dan tempatnya adalah... Bandara?
    “Ih Tante Liz sama Mama mau bohongin Aku ya? Di sini kan ga ada apa-apa!” Omelku.
    Mama menunjuk ke arah pintu utama, katanya,”Lihat itu siapa...”

    “Papa!!!”
    Aku bergegas lari ke sana dan memeluk Papa.
    “Pa, Aku kangen banget tau! Kenapa ga pergi bareng Aku sama Mama aja?”
    “Papa sibuk tauu...! Hahaha...” Jawab Papa dengan gaya tertawanya yang khas.
    Mama dan Tante Liz menyusul dari belakang.
    Setelah kita berempat berkumpul, Mama sempat mengacungkan jempol ke Papa lalu berkata,”Rencana kita berhasil!” Lalu mengedipkan sebelah matanya dan kembali mengelus kepalaku. Kenapa ya?
    Ga penting kali ya...
    “Pa, tadi Aku ketemu Santa lho! Papa sih datangnya terlambat...” Ujarku kegirangan.
    “Wah, Papa mau ketemu Santa juga tuh!”
    Kamu berempat tertawa bersama.


    Comment from ShaSha :

    Another nice story. Background cerita dibuat di Amerika sehingga ada salju. Penjabaran saat preston memakai headphone bulu, jaket dan baju tebal membuat ShaSha ikut merasakan betapa dinginnya di sana. Nice job.
    Ceritanya sederhana tapi manis.



     
    Comment from Stylish:

    Lumayan tapi kurang gres untuk klimaksnya, penulisan pada endingnya bagai teka teki, dan kurang mengigit
    ...not your ordinary cat

  7. #7
    ~Pro Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    ~Killua-cute~ Masih Tahap Guest
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    1,351
    Post Thanks / Like

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    31.Arti Natal
     
    Suatu hari ada 2 saudara kembar , mereka adalah Nini dan Nina, Nini adalah Kakak yang Egois sedangkan Nina adalah adik yang murah hati dan baik, setiap hari Nini selalu mengganggu dan menjahati Nina.Orang tua mereka pun pusing melihat kelakuan putri kesayangan mereka.

    Ketika mereka beranjak remaja, mereka tumbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas, tetapi kelakuan mereka dari kecil sama sekali tidak berubah.
    Menjelang hari natal,mereka ditugasi seorang pastor untuk mencari sebuah bunga yang bernama Bunga Kebahagiaan di hutan Kesunyian,Konon bunga itu akan membawa kebahagiaandan kedamaian natal untuk orang yang menemukannya, mereka akan berangkat bersama-sama, mereka dibekali oleh sebuah syal yang panjang dan sebuah senter dari ibunya. Seusai berdoa,mereka lalu berangakat bersama-sama.

    Akhirnya mereka sampai di Hutan Kesunyian, tidak ada tanda-tanda kehidupan disana,seakan-akan hanya merekalah makhluk hidup disana, tiba-tiba datanglah badai yang bertiup kencang, mereka menggigil kedinginan,merekapun mencari tempat untuk istirahat, setelah menemukan tempat yang nyaman untuk istirahat,mereka lalu mengambil syal, karena syalnya hanya satu mereka lalu berebutan, “Nini,tolong berikan lah syalnya kepada ku,saya sudah sangat kedinginan.”Pinta Nina.”Tetapi saya juga sangat kedinginan berikan syal itu kepadaku!” Lalu direbutnya syal itu dari Nina dan tidak membaginya, akhirnya Nina pun pasrah. Mencari tempat yang agak hangat untuk beristirahat.

    Selesai mereka istirahat, mereka melanjutkan perjalanan mereka mencari bunga itu,mereka memasuki hutan yang sangat gelap, Nini mengambil senter, dia menyuruh Nina untuk mengambil barang bawaan, Nini berjalan dengan cepat, Nina berkata”Nini…saya sangat dingin dan capek,dapatkah kamu berjalan agak lambat??” ,tetapi Nini tidak peduli,dia berjalan makin cepat, Nina yang sangat kecapekan dan kedinginan, tidak dapat mengejar Nini dan jatuh tersungkur, Nini akhirnya sampai di tempat bunga tersebut, dia pun menuju bunga itu dan mencoba memetiknya,tetapi bunga itu tidak dapat dipetiknya, akhirnya dia sadar bahwa Nina tidak ada dia sampingnya,dia sangat takut karena ada suara halus dan dia sadar bahwa saudaranya sangat penting, dia menyesal dan balik mencari Nina.

    “Nina….Nina…. kamu dimana??” teriaknya isak. Dia tiba-tiba kaget meihat Nina sudah jatuh pingsan tak berdaya. Dia langsung memeluk Nina dan sambil nangis berkata “Maafkan kakakmu yang egois ini,kakak berjanji akan berubah…tolong bangunlah..” Air mata Nini menetes membasahi muka Nina, keajaiban pun terjadi Nina bangun dari ketidaksadarannya. Nini kaget bercampur bahagia melihat adiknya bangun. “Syukurlah kamu sudah bangun” kata Nini. “Ayo,kita bersama-sama memetik bunga itu” ajaknya,Nina mengganguk sambil tersenyum. Setelah bunga itu di petik, muncul ratu peri dan berkata, “Kalian tahukah apa arti natal?” Nini dan Nina menggelengkan kepala. “Natal adalah sebuah hari yang dipenuhi kebahagiaan dan kedamaian yang abadi untuk semua makhluk hidup yang diciptakan Tuhan Yesus, oleh sebab itu semua kerusuhan dan perbuatan jahat harus di hapuskan dari dunia ini” seusai mendengarkan apa arti natal dari ratu peri, Nini dan Nina pulang sambil bergandengan tangan dalam suasana kedamaian dan Kebahagiaan.


     

    Comment from Stylish :

    Penuh makna dan ceritanya gampang dimengerti, bagus ^
    ^


    Comment from ShaSha :

    Wah ceritanya sederhana tapi punya makna yang dalam. ShaSha jadi mengerti apa arti natal ^^
    Satu masukan dari ShaSha, pemenggalan kalimat tolong diperhatikan untuk mempermudah pembaca yah. Biasakan memberi paragraf baru untuk kalimat yang berupa percakapan.


  8. #8
    ~Senior Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    -Fate-LeinGod- Masih Tahap Guest
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    586
    Post Thanks / Like

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

     
    Topik Cerita Yang Dipilih : Pohon Natal

    Cerita:

    Rina sangat senang. Setelah bekerja kurang lebih 5 bulan, ia akhirnya dapat menggunakan tabungannya untuk membeli pohon natal. Rina merupakan anak yang ulet, dan suka menabung. Tidak heranlah ia dapat membeli pohon natal kesukaannya, walaupun hanyalah pohon yang kecil mungil.

    Tiga hari sebelum natal menjelang tiba, Rina bingung dan hendak bertanya kepada teman – temannya. Segera Rina menelepon teman – temannya. Setelah salah satu teman terdekatnya, Risa, mengangkat telepon dari Rina, Rina pun bertanya: “Kira – kira apa yang harus kutaruh di pohon natalku sebagai dekorasi? Ada ide tidak Ris?”
    Risa merupakan anak yang tergolong pintar dan mudah mengambil keputusan. Dengan cepat ia menjawab Rina.
    Risa mengajukan Rina untuk menaruh dekorasi boneka Santa Claus, serta beberapa ornamen yang lain. Karena sangat tertarik, Risa menanyakan kepada Rina, apakah ia boleh ikut mendekorasi pohon natal Rina.
    Risa merupakan temannya sejak kecil, dan tentunya Rina setuju. Akhirnya pun mereka setuju untuk mendekorasi pohon Rina pada keeesokan harinya.

    Keesokan harinya, ketukan pintu rumah Rina terdengar, tentulah Risa yang datang. Risa membawa sangat banyak kantong plastik yang berisikan ornamen – ornamen lucu. Setelah Rina menyuruh Risa untuk masuk kedalam rumahnya, mereka pun bergegas mendekorasi pohon kecil mungil tersebut. Rina sangat terkejut ketika melihat ornamen yang dibawa Risa sangat banyak, padahal hanya untk pohon yang tidak lebih berukuran dengan ketinggian 2 meter.
    Dengan senang hati, mereka mulai mendekorasi pohon itu. Tetapi, ketika mereka ingin memasangkan bintang di puncak pohon tersebut, mereka mendapatkan kesulitan. Ketika mereka memasang bintang tersebut di puncak pohon, tiba – tiba ada beberapa ornamen yang jatuh. Mereka kebingungan. Kenapa ornamen – ornamen tersebut bisa jatuh. Mereka tetap mencoba, dan semakin banyak ornamen yang jatuh. Mereka semakin heran dan tambah heran. Walau ornamen itu tetap runtuh bagaikan tanah longsor tiada habisnya, mereka tetap mencoba. Akhirnya, dengan tidak sengaja, mereka megetahui mengapa ornamen tersebut jatuh. Ornamen bintang itu terlalu berat. Karena tidak bisa menggunakan ornamen bintang itu, segera Risa mengambil ornamen bintang yang lebih ringan. Akhirnya masalah mereka pun selesai terpecahkan.

    Sudah kurang lebih setengah jam mereka mendekorasi pohon tersebut, dan sekarang mereka hanya memasang lampu flip – flop nya saja. Tetapi, karena Risa sangat terburu – buru datang ke rumah Rina, ia lupa untuk membeli lampu tersebut.

    Risa pun mengeluh dan berkata: ”Aduh, sorry banget yah Rin, tadi terburu – buru, jadi lupa beli deh.”

    Rina dengan santai menjawab: “Ga apa – apa kok, lagian juga aku yang mengundang kamu, masa kamu yang bawa lampunya juga, hahahaha... Daripada diam terus, mendingan cari solusi deh.”


    Risa tidak bisa memikirkan apa – apa. Ia sangat kecewa kepada dirinya. Ia takut Rina kecewa karena kesalahan dirinya. Tiba – tiba, Rina mengagetkan Risa, dan bertanya: “Duh, kok surem gitu mukanya? Smile deh, bukan masalah besar.”

    Tina – tiba Risa menemukan solusi. Ia segera mengambil Lampu kecil biasa yang bewarna – warni, dan membuatnya menjadi rantai lampu sebagai hiasan. Rina sangat terkagum – kagum. Lagi – lagi masalah diselesaikan oleh Risa.

    “Risa pintar banget deh, apa sih yang nggak bisa Risa lakukan,” pinta si Rina yang sangat terkagum – kagum akan kepintaran Risa. Risa hanya tersenyum dan menyuruh Rina untuk membantunya memasangkan hiasan tersebut ke pohon natal.

    Satu jam lebih berlalu, dan pohon itu akhirnya selesai juga didekorasikan. Rina merasa sangat senang, baginya, mendekorasi pohon itu merupakan salah satu kerja ter-enak dalam hidupnya, apalagi ia dibantu oleh temannya.
    “Nah, pohon ini kita simpan dulu, nanti pas Natal baru dikeluarin yah, Rin,” usul Risa.
    Segera mereka meindahkan pohon tersebut kedalam gudang yang telah mereka bersihkan.

    Pada malam Natal yang telah menjelang tiba, pohon natal buatan mereka pun bersinar di sekitar ruangan yang gelap. Pohon yang telah didekorasi itu terlihat seperi pohon salju, bersinar kelap – kelip dengan warna yang berbeda – beda. Banyak teman – teman Rina yang datang ke rumahnya mengambil foto pohon natal itu. Semua teman – temannya sangat senang melihat pohon kecil yang sangat indah.
    “Mungkin pohon ini tidak sebagus dengan pohon natal yang lain. Mungkin juga pohon natal ini tidak setinggi yang lain, akan tetapi bagiku pohon natal ini merupakan pembawa kebahagiaan di malam Natal yang indah ini,” gumam Rina dalam hatinya.

    Malam itu merupakan malam yang sangat indah dan berarti bagi Rina, karena, inilah pertama kali ia dapat merasakan keindahan pohon natalnya sendiri di dalam kilasan kegelapan yang membahagiakan.


     
    Ada salah pake tadi, tadi pake coret bukan spoiler ==a
    btw thanks ya sha" buat nge jalanin event forum ini...Hasil q mungkin jelek tapi ini dah maksimal ( Wajar Sakit ) ^^


     

    Comment from Stylish:

    Bagus dan sederhana, tp endingnya dan emosinya masi kurang


    Comment from ShaSha :

    a very simple story.. nda ada klimaksnya.. alurnya lurus banget..
    tapi terasa koq kesenangan saat kedua sahabat menghias pohon natal.

    Game Status<br />╰☆╮Megaxus Game<br />✰Ayodance<br />Nick: -eLiTeZ-paPiH-<br />Status: 33 Semi Pro, Temporary Pensi <br />╰☆╮Aim: Cari cara buat main game Megaxus n Lyto di Ausie<br /><br />kalo ga ketemu... Jadinya..Pensi? Sigh..

  9. #9
    Inugami
    Guest
    This user has no status.
     
    ----
     

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    62. Bintang Jatuh

     
    Namaku Kei, mungkin ini terdengar menggelikan untuk kalian. Saat ini aku berada di atap rumahku untuk menunggu.. err.. menunggu bintang jatuh.. Lucu?! Silahkan saja tertawa! Aku tidak bercanda!

    Konon menurut legenda Kuno, bintang jatuh dapat mengabulkan impian kita. Apa kamu pernah mendengar hal itu? Memang agak aneh sih, tapi aku tak punya pilihan lain... aku tak punya keberanian untuk mengajak Eva kencan malam natal nanti... Aku butuh keajaiban!

    Dan disinilah aku, duduk menunggu bintang jatuh seperti orang bodoh. Sudah berjam-jam aku menunggu, tidak ada perubahan dilangit itu. Aku pun bangkit dan akan memasuki rumahku.. eh tunggu... itu... bintang jatuh?!

    Aku harus make a wish secepatnya! Dear Mr Star, aku mohon berikanlah aku keberanian untuk mengajak Eva kencan nanti malam! Aku mohon!

    Ah, akhirnya aku mengucapkannya juga.. semoga besok ada keajaiban..



    * * *



    Pagi harinya, aku bangung kesiangan. Ah wajar saja! Tadi malam tidurku benar-benar larut!

    Aku mencoba untuk menghubungi Eva untuk menanyakan rencana malam nanti. Aku gemetar ketika menggenggam gagang telepon, gugup sekali...

    Kumohon semoga dia tak ada rencana!

    “Ya? Disini Eva, siapa ya?” terdengar suara dari balik telepon.

    Aku tak bisa menjawab, err, lebih tepatnya tak berani menjawab! Suara manis di seberang sana langsung meruntuhkan keberanianku! Dengan reflek aku menutup telepon, huff! Argh bagaimana mungkin aku bisa mengajaknya kencan kalau begini?!

    “Kei! Kau sudah bangun? Tolong bantu ibu belanja yah!”

    Oh sekarang ibu malah menyuruh belanja! Yah baiklah, mungkin akan terpikirkan suatu cara saat belanja nanti..

    Aku pun berjalan sambil membawa keranjang dan list pesanan ibu. Hmm.. ibu menyuruhku membeli lobak, untuk masak apa yah? Sayur lobak?

    Akhirnya aku sampai di pasar sayuran, dan, wow! Penuh sekali! Seperti sedang bagi-bagi sembako saja!

    “Permisi, saya minta lobaknya 1!” seruku, namun sepertinya tak ada yang mendengar.

    Aku pun menerobos masuk, untungnya tubuhku kecil. Ah, ini dia lobaknya!

    Aku berusaha menarik lobak itu, kok susah sekali yah?! Eh, ada orang yang menariknya juga... itu..

    “EVA?!”

    “Waw! Hai, Kei!”

    Aku langsung tak bisa berkata-kata.

    “Kei, ibumu mau masak lobak juga? Aduh, lobak di toko ini tinggal 1... gimana ya?”

    Ah! Lobak?!

    “Hahaha tidak kok, tidak! Lobak ini untukmu saja!”

    “Sungguh?! Gyaaa senangnya!”

    “By the way Eva, nanti malam maukah kamu jalan-jalan bersamaku?”

    “Hmmm... yaaa boleh, aku tidak ada rencana apa-apa kok~”

    YES!! Aku berhasil!! Malam natal kencan bersama Eva! Horeeee! Thank you bintang jatuh ku, keajaiban ini tak mungkin terjadi tanpa bantuanmu!

    Oh tunggu, bagaimana caraku beralasan ke Ibu yah...? ah itu nanti saja deh!


     

    Comment from Stylish:

    Lumayan tp ekspresinya kurang, kalau dibuat lebih konyol lbh asik nih


    Comment from ShaSha :

    Haha.. di awalnya cerita udah bagus. alurnya udah enak. kenapa di bawahnya jadi LOBAK? Kesannya kesempatan kencan bukan terjadi karena bintang jatuh, tapi karena lobak. hoho...
    Konyolnya nanggung, romantisnya nanggung.. but nice enough mempertimbangkan waktu yg diperlukan dalam menulisnya.


  10. #10
    ~Star Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    Scarface Masih Tahap Guest Scarface's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    9,898
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    82. Mainan


     

    Santa Claus adalah... yah, sudah pada tau kan siapa dia?
    dan dipabrik mainannya, ia memiliki ratusan pegawai yang dikenal orang sebagai kurcaci.
    sebenarnya mereka memiliki nama.
    k1, k2, k3, sampai k3999 juga ada.
    pokoknya kurcaci ada banyak sekali di sana.
    tapi mereka kecil-kecil. besar mereka paling antara setengah sampai satu meter.

    sepanjang tahun mereka bekerja keras membuat mainan untuk anak-anak yang ada dalam daftar santa.
    jumlah anak di seluruh dunia itu ada banyak sekali. jutaan! milyaran!
    dan mereka terus membuatnya dengan rajin sepanjang tahun.
    dan deadline mereka, yang mana selalu menjadi musuh utama yang mengerikan bagi mereka,
    adalah 24 desember, malam natal.

    suatu hari, satu minggu sebelum natal, ada seorang kurcaci yang sudah 80 tahun bekerja di sana.
    pekerjaannya setiap hari membuat mainan yang itu-itu saja.
    ia sudah sangat hafal, sampai-sampai dengan mata terpejam pun ia sanggup membuat mainan tersebut
    sama bagusnya dengan mesin... hm... disinilah masalahnya.

    "huah... aku capek, aku bosan!" kata K477
    "hush, sudah ayo bekerja! kita bisa diketekin santa kalau nganggur." tegur K234.
    "sudah 80 tahun aku bekerja di tempat ini, membuatkan mainan yang sama,
    mem-bo-san-kan!" kata K477
    "memang sudah nasib kita. sudah kerja lagi!" kata K234.

    "aku setuju dengan K477. setiap hari aku harus pasang sepasang mata di boneka cewek ini. apa ga pake mesin aja?" kata K9874.
    "begitulah santa, selalu ketinggalan jaman."
    "kau lihat saja pakaian yang selalu dikenakannya. ga pernah ganti baju!"
    "lihatlah mesin-mesin ini. buatan sendiri. kuno juga modelnya!
    kenapa dia tidak beli yang buatan Toshiba, atau Sony? yang lagi ngetren di dunia lah."
    "rusanya juga cuma 7 ekor. tapi kok sanggup keliling dunia ya?"

    "saya tidak masalah mau santa ini kek, mau santa itu kek! setiap kali saya bikin mainan-mainan ini,
    saya kepingin untuk mainin juga! masa saya bikin, tapi ga pernah mainin?" kata K477.

    perkataan K477 membuat kurcaci-kurcaci lainnya menjadi sadar.
    "kau benar...."
    "kita harus bertindak!"
    "mari kita contoh saja orang-orang di Indonesia itu. SEMUANYA..!! BIKIN SPANDUK..!!!" seru K477.

    tanpa basa basi lagi, para kurcaci tersebut dengan kompak mogok kerja,
    kemudian berunjuk rasa pada Santa Claus.

    "pak Santa! kami juga ingin main!"
    "maunya mainan yang kami bikin itu!"

    demikian mereka berdemonstrasi di depan kamar Santa Claus.
    "baiklah, sepertinya saya terlalu menekan kalian.. maafkan saya.. silahkan kalian mainkan mainan yang kalian bikin itu. 3 hari libur cuti untuk kalian."

    para kurcaci berteriak-teriak kegirangan.
    kemudian mereka segera mainan boneka, mobil-mobilan,
    dan mainan lain yang mereka buat itu.

    tapi baru satu hari lamanya, mereka sudah bubar sendiri.
    mereka merasa bosan. dan akhirnya pada hari ke dua, mereka sudah kembali ke pabrik mainan.
    dan kemudian tidak sampai hari ketiga, mereka sudah tertib kembali bekerja.

    "apa yang terjadi?" tanya Santa pada Piet Hitam.
    "menurut percakapan yang saya dengar, rupanya mereka sudah terlalu lama bekerja itu terus.
    sehingga mereka merasa aneh saat melakukan hal lain.
    jadi mereka kembali kepada pekerjaan mereka yang sebelumnya." kata Piet Hitam.

    "saya jadi merasa bersalah pada mereka... apakah saya terlalu keras memaksa mereka bekerja selama puluhan tahun?" tanya Santa.
    "sudahlah Santa. yang penting mereka merasa nyaman dengan keadaan mereka." kata Piet Hitam
    "hohoho... kau benar." kata Santa.



     

    Comment from Stylish:

    pas tau endingnya...gubrak dah...



    Comment from ShaSha :

    Awal baca... wow... kreatif...
    kurcaci2 pada demo sama santa karena kepingin main.. sampe bikin spanduk segala..
    kocak..
    makin baca ke bawah, makin penasaran bakalan seperti apa endingnya..
    jujur aja, sama spt stylish... gubrak dah...
    merasa seperti balon yang udah ketiup besar dan nyaris meledak saking serunya... kempes kembali...
    tapi shasha acungin jempol buat idenya

    It’s a scar.It can’t be healed
    Dream, give me signs | turn back the clock | give me some time | I need to break up | make new name | it's brand new day

  11. #11
    Inugami
    Guest
    This user has no status.
     
    ----
     

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    25. Peri Natal

     
    Apa kalian percaya pada peri? Tidak? Oh tapi aku percaya... kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku percaya? Tahun lalu aku pernah bertemu dengannya! Aku tidak bohong!

    Waktu itu malam natal, aku tidak bisa tidur saking antusiasnya. Tiba-tiba aku mendengar suara-suara kecil, macam bisikan. Aku pun bangun dan mencari asal suara itu karena penasaran. Tak mungkin itu hantu, karena yang kudengar hantu takut pada kereta santa, jadi mereka tidak akan berani menampakkan dirinya saat malam natal.

    Aku pun berjalan mengendap-endap, oh rupanya asal suara itu dari pohon natal di ruang keluarga! Kira-kira apa yang ada disana yah?

    Aku menginti di balik tembok, tampak pohon natal itu bergerak-gerak kecil dan ada cahaya kecil yang mengitarinya. Cahaya sebesar bola lampu neon. Aku pun kembali maju perlahan-lahan, dan... astaga! Itu, makhluk kecil itu?! Peri?! Waw!

    Aku berjalan mendekatinya dengan senyuman, karena yang kudengar dari ayahku, peri adalah makhluk yang sangat sensitif dan dapat membaca niat kita.

    Peri! Aku tidak berniat jahat kepadamu! Aku hanya ingin berkenalan denganmu, kumohon jangan lari!

    Peri itu tersenyum dan menatapku. Ah! Rupanya dia mengizinkan aku berkenalan!

    “Peri, apa kamu mengerti apa yang aku bicarakan?” tanyaku ragu-ragu.

    “Tentu, lalu, apa yang ingin kamu bicarakan?” ujarnya ramah.

    “Aku hanya ingin berkenalan denganmu, bolehkah?”

    “Hahaha... Untuk anak baik sepertimu, tentu saja boleh. Hmmm.. apakah kamu tidak mau meminta sesuatu? Aku bisa mengabulkan permintaan anak sebaik kamu.”

    “Tidak, tidak. Aku tidak butuh apa-apa, aku hanya ingin bermain denganmu. Bolehkah?”

    “Tentu, ayo kita main.”

    Aku pun bermain dengan peri itu, petak umpet, kejar-kejaran, ah sungguh menyenangkan sekali. Oh iya, dia juga sempat membuatku bisa terbang melayang! Awalnya aku sangat ketakutan, tapi lama kelamaan aku terbiasa juga dan asik sekali loh rasanya!

    “Eva, sepertinya sudah waktunya kita berpisah...”

    “Ah peri!! Kumohon temani aku bermain lagi!”

    “Aku janji aku akan kembali lagi tahun depan, asalkan kamu jadi anak yang baik, ok?”

    Akhirnya aku merelakan kepergian peri natal itu. Ini hanya perpisahan sementara kok, dan sekarang adalah malam natal! Aku bisa bertemu lagi dengan si peri natal seperti janji kami tahun lalu!

    Ah, suara itu! Sepertinya si peri sudah mulai mengelilingi pohon natalku! Sudah yah, aku ingin bermain dengannya dulu~



     
    Comment from Stylish :

    Kurang menggigit, kurang berasa emosinya


    Comment from ShaSha :

    well... ceritanya terlalu ringan... nda ada klimaks yang bikin cerita ini menggigit...
    cm kisah seorang anak berkenalan sama peri and that's it...
    seandainya cerita ditambah ada seorang di keluarga yg terbangun dan si peri nyaris ketahuan, mungkin akan lebih seru.. hmm...


  12. #12
    ~Pro Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    S3XY~Aurora~ Masih Tahap Guest
    Join Date
    Jun 2008
    Posts
    1,384
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    Topik : Piet Hitam

     
    Sejak aku kecil, mama selalu bilang padaku…
    “Molly, jangan nakal ya… kalau tidak, nanti kamu diculik Piet Hitam di malam Natal”.

    Sekarang aku sudah berumur 10 tahun dan aku masih percaya bahwa Piet Hitam itu ada. Makanya aku selalu menurut pada orang tua, patuh pada guru dan berusaha menjadi anak baik supaya tidak diculik oleh Piet Hitam. Rani pernah bilang, sepupunya pernah diculik oleh Piet Hitam 2 tahun lalu karena mencuri tabungan milik kakaknya.

    Seperti apa ya wujud Piet Hitam? Kata mama dan Rani, Piet Hitam itu mengerikan. Seluruh tubuhnya berwarna hitam, termasuk wajahnya! Dia memakai jubah hitam keemasan dan memanggul karung di pundaknya. Konon, karung itulah tempat dia membawa anak-anak nakal di seluruh dunia! Kata Rani, gigi Piet hitam seperti vampir, memiliki taring yang tajam. Hanya anak-anak nakal saja yang pernah melihatnya.

    Oh ya, Rani itu teman sekelasku. Dia anak yang pandai, punya banyak cerita yang menarik. Aku suka sekali mendengar cerita-ceritanya. Dia duduk di sebelahku di kelas dan kami berdua seringkali menghabiskan istirahat siang di taman belakang sekolah. Sambil berteduh di bawah pohon rindang, kami makan siang bersama dan saling bertukar cerita. Kadang-kadang teman sekelas kami yang lain ikut bergabung. Hari ini Derry dan Kai ikut makan siang bersama kami, seperti halnya aku, mereka juga sangat menyukai cerita-cerita Rani.

    “Tahu tidak, tiap seminggu sebelum Natal, Piet Hitam selalu berkeliling mencari-cari anak yang nakal,” kata Rani dengan sikap misterius.

    “Masa sih? Kamu tahu darimana?” tanya Derry penasaran.

    “Karena setiap malam itu, hujan badai turun! Suara geledek menyelimuti langit!” jawab Rani.

    “Berarti kalau ada anak yang akan diculik, bakalan ada hujan badai dong?” tanya Kai.

    “Iya. Itu terjadi 2 tahun lalu saat sepupuku diculik Piet Hitam!” jawab Rani lagi.

    “Tapi akhirnya sepupumu dikembalikan oleh Piet Hitam, kan?” tanyaku.

    Rani menatapku dengan serius.

    “Benar. Tapi dia kembali dengan perbedaan yang drastis! Awalnya dia begitu nakal, tapi sekarang dia jadi anak yang sangat pendiam. Bisa dibilang kutu buku!”

    Aku, Derry dan Kai terkesiap mendengarnya. Di otak kami masing-masing membayangkan apa yang dialami oleh sepupu Rani sampai berubah sedrastis itu. Pasti Piet Hitam benar-benar menakutkan.

    “Kalian sadar tidak? Besok… tepat 1 minggu sebelum Natal, lho!” ujar Rani mengejutkan kami, “Apakah kalian melakukan kenakalan selama seminggu ini? Kalau iya, siap-siap saja menyambut Piet Hitam!”

    Tiba-tiba Derry bangkit berdiri dan memaki Rani.
    “Omong kosong!! Piet Hitam tak mungkin ada. Itu pasti hanya cerita karanganmu saja, kan!” bentak Derry.

    “Aku tidak bohong. Sepupuku buktinya!” balas Rani.

    “Cih…” Derry berlari kembali ke kelas dengan gusar.

    Kami bertiga hanya menatapnya heran. Kai bilang, Derry baru saja mengusili guru biologi kami dengan memasukkan cacing tanah ke botol minumannya.

    “Kalau begitu, besok kita harus awasi Derry…,” kata Rani pelan.

    ---

    Pagi ini cuaca cerah, libur sekolah sudah dimulai. Mudah-mudahan saja terus begini, jadi tandanya Piet Hitam takkan datang menculik Derry. Meski kadang Derry usil, tapi dia anak yang baik. Dia pernah memapahku ke ruang kesehatan waktu aku terluka.

    Sampai sore hari semuanya terasa damai dan tenang. Seolah cerita mengenai Piet Hitam tak pernah ada. Aku sedang bermain ayunan di halaman rumah bersama Rani. Dia sering main dirumahku saat libur. Sama sekali tak ada pembahasan soal Piet Hitam meluncur dari bibir kami sampai Kai tiba-tiba datang berlari ke arah kami.

    “Rani! Molly! Derry menghilang!” teriak Kai terengah-engah. Tubuhnya basah oleh keringat. Sepertinya dia telah berlari cukup jauh.

    “Apa?! HILANG?!” aku dan Rani berteriak bersamaan.

    “Iya. Tadi aku ke rumahnya, mau mengajaknya main bola. Hh.. hh… Tapi Derry nggak ada! Hh.. hh.. Mamanya juga bingung, katanya sudah sejak siang Derry pergi dan sampai sekarang belum juga pulang!” jelas Kai sambil mengatur napas.

    “Tapi, langit cerah. Berarti bukan Piet Hitam yang menculiknya,” kataku.

    Aku terlalu cepat bicara, tiba-tiba geledek menggelegar. Hujan mulai turun. Semakin lama semakin deras. Ketegangan mulai menguasai kami. Teman kami diculik Piet Hitam!!

    “Anak-anak, cepat masuk ke dalam rumah. Sepertinya akan ada hujan badai!” panggil mamaku dari dalam rumah.

    Kami bertiga bergegas masuk ke rumah. Mama menelepon orangtua Rani dan Kai supaya mereka tidak cemas.

    “Mama, teman kami diculik Piet Hitam!” aku tak tahan untuk melapor ke mama.

    “Oh ya? Siapa?” tanya mama tenang.

    “Derry. Kemarin dia iseng memasukkan cacing tanah ke botol minum guru kami. Sekarang dia menghilang! Pasti dia diculik Piet Hitam!” kataku disetujui oleh Rani dan Kai. Kami bertiga mulai menangis.

    “Derry itu anak yang baik, tante. Dia selalu membantu kalau kami sedang susah. Sekali-sekali iseng kan nggak salah… hiks,” kata Rani terisak.

    Mamaku hanya tersenyum mendengarkan kami menangis, sepertinya mama menahan tawa.

    “Iya tante. Lagipula, guru kami itu memang menyebalkan. Jadi tak ada salahnya sekali-sekali diberi pelajaran seperti itu…” ujar Kai.

    “Molly nggak mau Derry jadi kutu bukuuuuu…,” raungku.

    Tawa mama meledak, membuat kami sangat kebingungan. Kok temanku hilang malah ditertawakan?

    “Maafkan mama. Mama nggak sangka kalian masih begitu mempercayai kisah Piet Hitam. Mama pikir kalian sudah tahu kalau sebenarnya Piet Hitam itu baik,” kata mama.

    “Jadi, Piet Hitam itu nggak pernah menculik anak nakal?” tanya Rani kaget.

    “Iya, Piet Hitam justru membantu Santa membagikan hadiah…,” mama menjelaskan.

    “Lalu sepupuku dulu diculik siapa?” tanya Rani lagi.

    “Dia bukan diculik, tapi dikirim ke sekolah musim dingin sama tantemu,” jawab mama tertawa, "sepertinya kakak sepupumu itu hanya bergurau menceritakan soal Piet Hitam itu."

    “Lalu Derry kemana?” tanya Kai.

    “Kalau itu tante nggak tahu, tapi tante yakin… bukan diculik Piet Hitam.”

    “KRIINGG…” telepon rumahku berbunyi. Mama segera mengangkatnya. Ternyata Derry yang menelepon.

    Rupanya Derry ketiduran di rumah pohon yang ada di belakang rumahnya sampai geledek membangunkannya. Bukan diculik Piet Hitam seperti ketakutan kami.

    Aku merajuk pada mamaku yang telah membuatku percaya sedemikian rupa bahwa Piet Hitam itu jahat.
    “Kenapa sih mama bohong padaku?” tanyaku ngambek.

    Mama menatapku lalu mengusap kepalaku, “Supaya kamu jadi anak baik seperti sekarang…”



    TAMAT


     

    Comment from Stylish :

    Ceritanya bagus, endingnya mantap, nice


    Comment from ShaSha :

    Good job
    Jadi teringat waktu kecil ShaSha juga takut diculik sama Piet Hitam
    Pembawaan ceritanya enak, pemenggalan kalimatnya juga bagus. Rapi dan mempermudah pembaca.
    Kepolosan anak-anak umur 10 tahun juga digambarkan dengan baik. Ketegangan yg muncul pas dan ending disajikan dengan mantap.

    [move]
    &lt;(=^o^=)&gt; <br />~miaow~<br />putri L-E-U-B-A-Y<br />I Miss<br />You<br />
    [/move]

  13. #13
    ~Star Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    Scarface Masih Tahap Guest Scarface's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    9,898
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    66. Ninja

     

    "bener ma! aku lihat sendiri! ada ninja! ninja pake baju Santa Claus!!" seru Jack kecil dengan serius pada ibunya.
    hari itu tanggal 23 Desember. tentunya banyak sekali ornamen-ornamen Natal seperti Santa Claus, Piet Hitam, Kurcaci, pohon natal, dan lainnya.

    Jack semalam pergi keluar kamar untuk buang air.
    ia membangunkan ibunya, tapi ibu dan ayahnya tidur begitu lelap sehingga sulit sekali terbangun.
    kakanya, Moses, tak bisa diharapkan. dan saat ia kembali dari kamar kecil, di ruang keluarga, ia melihat ada seorang dengan baju merah, mengambili barang-barang di rumah mereka.
    ia sudah hampir selesai dan hendak keluar rumah. salah satu benda yang diambilnya adalah mainan pistol-pistolan milik Jack yang bentuk dan beratnya mirip sekali dengan aslinya. padahal cuma pistol air.

    Jack mengejar Santa tersebut, dan ia mengedip-kedipkan matanya, tidak percaya akan apa yang dilihatnya.
    dilihatnya santa yang gemuk itu memanjat, berjalan, melompat, bergantungan dari atap ke atap dengan lincahnya. seperti ninja.

    "sungguh aku melihat ninja! sesungguhnya santa claus itu adalah ninja! kita harus lapor polisi! ia mengambil pistol-pistolanku!" kata Jack protes.

    "ya, nanti papa belikan yang baru, oke, Jack?" kata ayahnya sambil tersenyum geli melihat anaknya yang sudah mulai lancar berbicara itu.

    "papa, aku serius! santa itu lompat dari atap rumah Elly, ke rumah Neysa. setelah itu ia menghilang dibalik kebun nenek Florence!" kata Jack.

    sang ayah tertawa mendengar perkataan anaknya. tapi si ibu merasa terganggu. "sungguh ribut anak ini... aku jadi curiga, ia sungguhan melihat maling."

    "paling ia melihat Piet Hitam. mana ada ninja warna merah?!" cibir Moses.
    "di film Jiraiya, ninjanya warna merah!" seru Jack terhadap Moses, kakaknya.
    "sudahlah, lagipula, sepertinya tak ada barang yang hilang di rumah."
    "mainan ku hilang!" kata Jack.
    "paling kau kubur di suatu tempat, lalu kau buat peta dan suruh teman-temanmu mainan harta karun." kata Moses.
    "TI-DAK..!!" kata Jack, marah pada Moses. ia lalu cemberut dan berhenti bicara. ngambek.

    sekarang ini keluarga Dorter sedang pergi berjalan-jalan dalam rangka membeli barang-barang yang sedang diskon karena event natal. dan di sebuah jalan, mereka berjumpa seorang kakek dengan pakaian merah.
    spontan, Jack langsung menudingnya dan berkata "ninjaaaaaaaa........!! kembalikan mainanku!"

    Kantor polisi, 3 jam kemudian...
    "memalukan, masih 4 tahun sudah dibawa ke kantor polisi!" keluh ibunya dengan malu.
    tak lama, polisi keluar bersama Jack.
    Frank langsung menghampiri polisi tersebut dan memohon maaf untuk anaknya yang telah menyerang santa claus.
    "maafkan anak saya. harap maklum, ia masih 4 tahun, khayalannya ..."
    polisi itu tersenyum. bawaannya riang. ia menggeleng dan berkata "tidak apa, pak. Jack sungguh anak yang cerdas."

    kemudian polisi itu menerangkan bahwa memang benar ada ninja yang seringkali menyamar sebagai santa claus. biasanya ia beroperasi sekitar hari natal. karena figur Santa yang gemar membawa karung, maka tak ada yang curiga bila seorang ninja menyamar sebagai santa. dan ninja tersebut sudah diamankan polisi. ia ditangkap saat sedang *****si dan seorang nenek menangkapnya dan memukulinya dengan menggunakan panci.
    hal tersebut memancing perhatian dan seketika masyarakat pun menangkap santa ninja itu.
    "saat hendak ditangkap, si santa menyandera seorang warga dengan menodongkan pistol ke kepala warga tersebut."

    "itu pistol mainanku!" seru Jack dengan riang.

    opsir tersenyum pada Jack. kemudian ia melanjutkan "tadinya sempat terjadi ketegangan. tapi saat si santa hendak melepas tembakkannya, yang keluar saus. akibatnya santa bisa kami tangkap dengan mudah."

    "saus?" tanya ibu dengan heran.
    "aku pakai saus mama biar kalau si Derek tertembak dia kelihatan seperti berdarah sungguhan!" kata Jack.
    kini ibu mengerti kenapa sausnya di dapur cepat habis.

    "terima kasih karena si santa mengira bahwa pistol itu adalah senjata sungguhan, kalau tidak ada pistol mainan tersebut, barangkali si ninja ini tidak akan tertangkap sampai sekarang." kata si opsir polisi.

    semua senang. "Ninja" Santa sudah diamankan, dan mainan Jack kembali.
    Jack pun bisa membuat Moses tidak berkata-kata karena ia adalah pahlawan di natal tahun ini.


     

    Comment from Stylish:

    ceritanya beda dari biasanya, tp kurang gurih


    Comment from ShaSha :

    Ide cerita sudah menarik
    tapi sayang penceritaannya kurang digodok. mungkin karena faktor terburu2 ya.
    Paling suka sama kata2 si kecil disini nih..
    "di film Jiraiya, ninjanya warna merah!" seru Jack terhadap Moses, kakaknya.
    Terasa banget kepolosan anak kecilnya. Nice job.

    It’s a scar.It can’t be healed
    Dream, give me signs | turn back the clock | give me some time | I need to break up | make new name | it's brand new day

  14. #14
    ~Poster Idol~
    This user has no status.
     
    ----
     
    FluFFy~TuiD Masih Tahap Guest
    Join Date
    Jun 2008
    Posts
    2,141
    Post Thanks / Like

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    9. Persahabatan
     

    "Oke. Kamu pasti dateng kan? Aku udah siapin banyak film dan makanan kok. Blackforest kesukaanmu juga ada...
    y sudah, sampai ketemu Rabu ya. Sekali lagi makasih ya kamu udah mau dateng."

    Kata terima kasih itu mengakhiri pembicaraanku di telepon barusan. Hanya sebuah pembicaraan yang singkat namun cukup membuatku terus tersenyum untuk beberapa menit berikutnya. Hatiku tidak sabar rasanya menginginkan malam natal agar segera tiba. Tadinya aku berpikir bahwa natal tahun ini akan menjadi yang paling buruk.

    Bayangkan saja, natal sendirian di rumah. Mungkin jika Sinterklas benar-benar ada, dia pun bahkan akan bersimpati atas nasibku. Namun semuanya berubah segera setelah mami melontarkan idenya yang cemerlang itu. Aku masih ingat dengan jelas pembicaraanku tempo hari di kamarku dengan mami.

    "Hah? Masa aku ga boleh ikut mi? Ayolah.. Masa mami tega ninggalin aku sendirian di rumah? Itu kan malam natal mii", ucapku terus merengek.

    "Iya mami tahu itu malam natal. Tapi mau bagaimana lagi Sha. Papi cuma dapet tiket buat dua orang. dan ga mungkin dong kalo papi sama mami ga dateng. Kamu tahu kan kalau papi itu benar-benar hormat sama atasannya itu. Kamu ngertiin posisi papi dan mami dong Sha."

    Malas melanjutkan perdebatan itu akhirnya aku hanya menjawab penjelasan mami dengan mendengus dan merengut. Mami juga tampaknya sudah menyerah menghadapiku. Ia akhirnya keluar dan menutup pintu kamarku dengan sangat pelan seakan takut kalau pintu itu bisa menimbulkan bunyi ledakan apabila ditutup dengan keras.

    Setelah pintu itu tertutup yang aku lakukan hanya terus memandangi pintu itu dengan harapan mungkin sebentar lagi mami akan masuk kembali dan dengan tertawa menjelaskan padaku kalau tadi semua hanya candaannya dan bahwa sebenarnya aku boleh ikut papi dan mami merayakan natal di restoran mewah milik atasan papi. Sadar bahwa hal itu tidak mungkin terjadi, aku beranjak untuk segera tidur agar bisa melupakan kekesalanku. Namun saat aku baru mau merebahkan kepalaku di atas bantal tiba-tiba pintu terbuka lagi.

    Kepala mami muncul di balik pintu. Aku berpura-pura akan segera tidur walaupun sebenarnya aku sangat penasaran apa maksud mami kembali lagi ke kamarku. Lalu mami mulai berbicara dan aku hanya mendengarkan tanpa suara dengan harapan benar-benar akan terjadi perubahan rencana.

    "Kalau kamu tidak mau sendirian mungkin kamu bisa ajak Lala menginap di sini. Yah itu juga kalau kamu mau. Nanti mami yang akan memintakan izin ke maminya Lala."

    Seperti diguyur air dingin aku langsung sadar seketika dan menyerang mami dengan berbagai pertanyaan.
    "Serius mi? Lala boleh nginep di sini? Mami yang mintain izin ke maminya Lala? Nanti AKu sama dia berdua gitu?", tanyaku dengan bersemangat.

    Dan jawaban mami atas semua rentetan pertanyaanku itu hanya senyum dan anggukan kepala yang rasanya sudah seperti anugrah besar bagiku. Ternyata semua berjalan lebih baik dari yang kuperkirakan. Tentu saja sangat lebh baik. Aku sudah bisa membayangkan bagaimana rasanya nanti menghabiskan natal dengan sahabat terbaikku Lala. Nonton DVD sampai larut malam, bergosip ria tentang segala macam hal, makan berbagai kue-kue yang enak. Rasanya jauh lebih baik dibandingkan merayakan natal di restoran mewah yang undangannya didominasi oleh orang dewasa.

    Semuanya berjalan dengan baik sampai tanggal 24 Desember siang. Semuanya sudah siap. Berbagai macam DVD, kue-kue, minuman ringan, semuanya sudah aku siapkan dari beberapa hari yang lalu. HAri itu aku terus tersenyum mengingat bahwa malam nanti pasti akan menjadi malam yang menyenangkan. Namun harapan itu sirna seketika sesaat setelah aku menerima telepon dari Lala. Cara bicaranya yang agak gugup sudah membuatku mempunyai firasat buruk. Dan benar saja. Dia menjelaskan padaku kalau nanti malam dia tidak bisa datang ke rumahku. Dia bilang Edward mengajaknya pergi nanti malam. Dan dia juga meminta aku mengerti bagaimana perasaannya saat itu. Dia juga terus-terusan mengucapkan kata maaf yang aku rasa hampir aku dengar di setiap akhir kalimatnya.

    Tentu saja aku tahu. Diajak pergi oleh seorang laki-laki yang sudah ditaksir selama satu tahun lebih. Pasti lebih indah rasanya daripada surga. Dalam hati aku terus memaki Edward atas keputusannya untuk mengajak Lala pergi malam itu. Tadinya juga ingin mengutuknya sedikit namun kuurungkan mengingat sahabatku naksir setengah mati dengannya.

    Sebagai sahabat yang baik aku mencoba untuk mengerti perasaan Lala. Namun tetepa saja hati kecilku menjerit-jerit kesal. Saat mami pergi aku tidak memberitahu kalau ada perubahan rencana. Aku tidak ingin membuat mami merasa bersalah lagi karena kupikir ini malam natal dan tak ada salahnya melakukan kebaikan. Mungkin Tuhan akan membalasnya suatu saat nanti walau aku yakin sebenarnya perbuatanku ini tidak ada baiknya karena dalam hati aku sempat mengharapkan agar mobil mereka rusak berat dan mereka tidak jadi pergi.

    Tidak lama setelah mereka pergi aku langsung masuk ke kamar. Mencoba untuk tidur namun sia-sia karena suara hujan mengganggu dan membuatku sulit memejamkan mata. Dalam usahaku itu aku sudah berhasil setengah tertidur ketika tiba-tiba aku mendengar bunyi bel rumahku berbunyi. Tadinya aku kira itu hanya mimpi namun bunyi bel itu tidak berhenti. Aku mulai bangkit dari tempat tidur dan mengambil payung yang ada di kamarku. Memang konyol namun hanya itu yang aku temukan yang menurutku dapat digunakan untuk memukul orang jika memang diperlukan. Aku juga mengambil kunci rumahku kalau-kalau ternyata kunci itu dibutuhkan.

    Aku mulai mengendap-ngendap ke bawah. Menyesal dalam hati mengapa tidak mengambil ponselku yang mungkin bisa digunakan untuk menghubungi papi dan mami kalau-kalau terjadi sesuatu. Aku mengintip perlahan dari jendela. Hujan masih turun walaupun sudah tidak begitu lebat. Pencuri bodoh mana yang memilih malam dengan cuaca buruk seperti ini untuk melakukan aksinya. Aku memberanikan diri untuk membuka pintu dan sangat terkejut dengan apa yang kulihat di pintu gerbang.

    Lala.

    Aku yakin itu Lala karena lampu yang ada di dekat gerbang memperlihatkan wajahnya yang sepertinya sedang menggigil kedinginan diguyur hujan. Bersyukur aku memilih payung sebagai senjataku tadi aku langsung berlari kecil menuju gerbang dan membukanya dengan kunci yang kuselipkan di jariku.
    Lala sepertinya tahu kalau aku akan menyerangnya dengan pertanyaan karena dia segera memintaku untuk membawanya masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Namun rasa penasaranku mengalahkan segalanya dan sepertinya dia tahu kalau aku tidak akan mengajaknya masuk tanpa mendengar pejelasannya terlebih dahulu. Tanpa ditanya dia sudah menjelaskan semuanya dengan terbata-bata.

    "Aku ga jadi pergi sama Edward. Tadi dia udah menjemputku. Tapi di tengah jalan aku inget kamu. Akhirnya aku bilang sama dia kalau mungkin sebaiknya aku ga pergi sama dia. Ga tahunya dia malah marah dan bilang kalau aku main-main. Aku coba jelasin tapi dia ga mau denger. Akhirnya aku diturunin di jalan dan untungnya itu di depan komplek rumahmu. Sori ya Sha. Aku pikir sahabat kaya kamu jauh lebih berharga dibandingkan dengan cowo emosional seperti si Edward itu.", dia mengakhiri penjelasannya dengan senyum yang agak dipaksakan karena udara dingin.

    Melihatku hanya memandang mukanya dengan ekspresi tidak percaya dia malah tertawa kecil dan berkata, "Ayo masuk dong Sha. Kamu mau besok kita berdua harus tidur di tempat tidur karena demam?"

    Tanpa banyak bicara aku segera mengunci pintu kembali dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Aku hanya bisa tersenyum. Aku tahu kalau natal pasti akan selalu membawa berkah bagiku walaupun kuakui pikiran itu baru muncul beberapa menit yang lalu. Sambil memegang tangannya kami berdua berjalan masuk ke dalam rumah dengan dinaungi payung. Dan di tengah suara hujan aku bisa mendengar suaraku sendiri.

    "Makasih ya La.."


     

    Comment from Stylish:

    hmm panjang tp kurang ekspresinya, tp idenya dah bagus ^
    ^


    Comment from ShaSha :

    Idenya bagus, tapi ceritanya terlalu berbelit-belit. Pengekspresian kurang baik.
    Nama pemerannya kalau digabung jadi ShaLaLa
    Asyik banget kalau beneran ada sahabat yg sebaik Lala..

    [hr]<br />[hr]<br />[hr]

  15. #15
    ~Pro Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    ~Killua-cute~ Masih Tahap Guest
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    1,351
    Post Thanks / Like

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    48.AyoDance
     
    Perkenalkan…. Nama saya Veronica Churcill,Seorang AyoDancer sejati
    Nah… saya mau bercerita tentang mimpiku tentang Audition Ayodance, nih…

    Suatu malam,tanggal 24 Desember , saya tidur dan Bermimpi ke Dunia Audition Ayodance,saya di sambut oleh Nicolai dan Caroline untuk merayakan acara natal diDaerah Christmas,
    Aku senang sekali pas diajak ke sana, menanti-nanti kejutan apa yang ada disana, sesampai di sana.. WAH~~ Indahnya tempat itu, ada salju… Pohon natal yang cantik… dan lainnya, keren & Bagus sekali… disana kami menari-nari dan berdansa dengan orang-orang disana.
    Karena sudah capek nge-dance, kami istirahat sebentar, makan & minum, kami jg menemani pet kita untuk bermain-main sambil bersenda gurau. Selesai menemani pet kita bermain kita tidur sejenak.

    Kami dibanguni oleh suara teriakan Novi “TOLONG!!!TOLONG!! TAS SAYA DI CURI!!!” teriaknya.
    Aku, Nicolai & Caroline langsung mengejar pencuri itu. Kebetulan Pencurinya ada 3 orang, kita langsung menantang mereka Union Batlle Party dengan Lagu Funky Town (130 Bpm), Pertarungan berlangung sangat sengit, tetapi akhirnya kami menang, menegangkan sekali pertarungan itu.Hati saya berdebar-debar ketika pertarungan.

    Setelah mengembalikan Tasnya ke Novi, kami minum jus jeruk khas AyoDance, hmm… segarnya…..,setelah itu, tiba-tiba muncul anak kecil dan grupnya yang menantang Beat Up Team Mode kepada kita bertiga, dalam hati aku berkata “Wah~ Berani juga ya…. Anak kecil jaman sekarang..”, Kamipun menerima tantangannya dengan senang hati. Mereka Me-request lagu Destiny (Hard), Kami bertiga terkejut melihat keputusan mereka , Pertarunganpun dimulai, tak disangka mereka hebat sekali, sampai-sampai kami sempat kewalahan melawan mereka,akhirnya kami menang juga dengan perbedaan nilai 100, kami salut kepada mereka meskipun mereka kalah.

    Teng…Teng….. “Hmm??? Bunyi apa itu??” Tanya Aku,Caroline menjelas kan bahwa itu adalah pertanda acara akan segera *****hir, tetapi ada event yang seru sebelum acara *****hir, aku bertanya “Apakah itu??”, “Kamu harus Beat Up by 1 melawan santaclaus, jika kamu menang, kamu akan mendapat hadiah special dari dia, Jika kalah kamu tentu saja tidak mendapat apa-apa hehehe…” Baiklah..Aku menantang santaclaus itu. Tentu saja lagunya Christmas Party ^^..
    Tapi,Ternyata santaclausnya hebat juga…. Aku sempat mengira bakal kalah melawannya. Yep… aku menang melawannya…, Hadiahnya adalah 1.000.000 Mi-Cash,Wow…., enaknya

    Sampai digerbang utama,aku di antar Caroline dan Nicolai, dan mengucapkan selamat berpisah dan sampai ketemu lagi, Mereka mereka meyahutku dengan senyuman yang tak terlupakan..

    Paginya aku bangun dari mimpi…, sungguh seperti kisah nyata…, Mungkin inilah hadiah natal terbaik dari Audition AyoDance…




     
    Comment From Stylish :

    Haha kaya ceritanya story ayodance, lumayan


    Comment from ShaSha :

    Hmm... idenya lumayan. Sayang sekali... gaya penulisan, pemilihan kata dan pembawaan ceritanya berantakan. Penyusunan paragraf terlalu padat, penggunaan tanda bacanya agak sembarangan.
    Semangat terus ya mengembangkan bakatmu


  16. #16
    ~Star Poster~
    is a Hardcore Kamilia
     
     
    Kitten Harapan Baru Forum Kitten's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    9,796
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    28. Tanggung Jawab

     
    Lita, Gadis Malam Natal

    “Astaga…” Aku bangun dan mengusap wajahku. Lita masih tertidur pulas dengan balutan baju tidur yang minim.
    “Lita… Bangun, Lit… Kamu ga kuliah?” Aku berbicara setengah mengantuk. Lita menggeliat,”Hmm? Denos… Aku mau berhenti kuliah…” Lita menoleh ke arahku. Heeeh… Aku jadi bingung mau berkata apa. Lita berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Aku masih di ranjangku dan terdiam. Apakah keputusanku mengajak Lita untuk tinggal di rumahku ini benar? Hmmm, saat ini jam menunjukkan pukul 9 kurang 5 menit.

    “Lit, jangan lama-lama ya mandinya! Aku masuk kerja jam 11!” Aku berteriak dari jauh. “Iya, iya! Aku mandinya cepat kok!” Lita menjawabku.
    Aku berdiri dan menuju kulkas. Aku membukanya kemudian mengambil sereal Choco Crunch dan susu Hyper Milk. Ah, tapi aku ga nafsu. Aku memasukkannya kembali ke dalam kulkas. Aku bercermin. Wajahku kusam sekali. Aku bercukur sebentar dan saat itu juga Lita keluar dari kamar mandi. Benar, ternyata cepat sekali Lita mandi…

    “Nos, aku mau ke kampus dulu. Aku mau lapor berhenti sekalian selesaiin administrasi dan buat surat berhenti kuliah.” Lita berbicara dengan rambutnya yang masih basah.
    “Kamu yakin? Pikir baik-baik Lit…” Aku rasa aku perlu mengingatkannya.
    “Aku yakin.” Wajah Lita memang terlihat yakin.
    “Lalu, kamu mau *****tivitas apa setelah itu?” Tanyaku penasaran.
    “Setelah ini ya aku cari kerja.” Ia tersenyum manis.
    Aku terdiam sebentar lalu mengangguk. Aku masuk ke kamar mandi kemudian berendam air hangat sejenak untuk membuat pikiranku lebih santai, toh masuk kerja masih jam 11. Setelah aku siap, aku berangkat kerja. Saat aku selesai mandi tadi, Lita sudah pergi. Ya, mungkin ke kampusnya seperti dia bilang tadi.

    OK, aku sudah sampai di depan perusahaan tempat aku bekerja. Aku bekerja di perusahaan periklanan di bagian desain grafis. Aku benar-benar menikmati pekerjaanku karena sejak kecil menggambar sudah menjadi hobiku.
    “Hei, Nos! Kenapa tuh wajahmu? Kusut banget… Masalah apa nih…? Duit? Atau jangan-jangan… Kamu ditolak cewek ya?” Marvin, sahabat dekatku sejak kecil yang sampai sekarang bekerja di tempat yang sama ini menyapaku dan menepuk punggungku. Marvin bawel sekali. Tapi aku suka dengan sifatnya yang ga pernah sedih.

    “Lita... Kamu tau kan?” Kataku tak bersemangat.
    “Oh! Gadis cantik itu! Kenapa dia?”
    “Ah, kamu taunya itu doang... Kamu tau ga kalo dia itu gadis yang Aku temuin di bar lagi mabuk-mabukan gara-gara berkelahi sama ibunya?” Aku mulai kesal.
    “He?! Masa? Waktu itu Kamu cuma bilang Kamu tinggal serumah sama dia...”
    Aku pindah ke sofa kantor,”Ya gitu... Waktu itu Aku ga bisa bilang, ga tau kenapa. Emm... Jadi gini. Kan dia udah 1 minggu tinggal di rumahku. Kemarin Aku tanya ke dia, mau pulang ke rumahnya ga... Dia bilang ga mau. Dia bilang mau tinggal sama Aku aja. Gimana kalo Kamu jadi Aku Vin?”
    “Gila... Dikasih rezeki sama Tuhan malah nolak... Lusa udah Natal nih, siapa tahu ini keajaiban buat Kamu.”

    Aku sangat kesal lalu menggebrak meja keras-keras.
    “Apa-apaan sih? Emang ga ada gunanya ya nanya sama orang kayak kamu.” Aku segera pergi dan menuju ke ruang kerjaku.
    Jarum pendek menunjukkan angka 7 dan ponselku berbunyi.
    Lita. Kuterima panggilannya,”Halo... Kenapa, Lit?”
    “Aku ga dapet kerja Nos... Uhh...” Suaranya terdengar sangat sedih.
    “Ya udah... Besok kamu coba lagi aja.”
    Setelah itu aku menjemput Lita.

    Di dalam mobil Lita diam saja. Dan sampai di rumah, ia langsung pergi tidur. Aku semakin bingung dengannya yang sifatnya sering berubah-ubah. Itu ya yang dinamakan moody?

    Paginya saat aku dan Lita sedang bersiap-siap untuk kegiatan kami masing-masing, aku berbicara duluan, kataku,”Lit, malam ini malam Natal lho. Kamu mau ke Gereja ga nanti malam? Kalau mau, sama Aku aja.”
    Lita terdiam sebentar dan mengagetkanku dengan kata-katanya.
    “Nos, Aku mau pulang ke rumahku nanti malam. Aku kangen ibuku.” Wajahnya terlihat murung.
    Aku mengiyakan,”OK deh, akhirnya ngerti juga Kamu.”

    Hatiku sangat gembira saat Aku bekerja. Yeah, bebanku hilang. Bukannya aku benci sama dia, tapi rasanya ga enak aja bawa-bawa gadis ke rumah sendiri, tidur di satu ranjang. Susah deh kalau cuma punya satu ranjang... Nanti aku anterin Lita ke rumahnya... Habis itu baru ke Gereja deh.

    TOK TOK TOK...
    Lita datang dengan barang-barangnya ke kantorku.
    “Udah siap Lit?” Tanyaku.
    Lita mengangguk.

    Singkat cerita, aku dan Lita sudah berada di depan pintu rumah Lita dan sudah mengetuk pintunya tinggal menunggu dibukakan.
    “Nos, terima kasih ya selama ini. Nih hadiah dari Aku, hadiah terima kasih sekaligus hadiah Natal.”
    Dan ia menciumku... Di bibir. Cukup lama pula.
    Saat itulah ibunya membukakan pintu. Spontan kami menghentikannya.
    “OH KAMU YANG BAWA ANAK SAYA?! DASAR &%%&!@&%%!!&)&%&%!” Ibunya geram sekali.
    Aku didorong dan tangan Lita ditarik.

    Hahaha, malam Natal yang mengesankan. Ga apa-apa... Yang penting aku udah tanggung jawab jaga dia sejak aku nemuin dia.
    Lalu aku tersenyum dan menatap langit.


     


    Comment from Stylish:

    Menarik jadi pengen baca lebih lanjut kelanjutan ceritanya, bagus


    Comment from ShaSha :

    Cerita yang menarik
    Sayangnya seolah dipaksa untuk ENDING. Coba dipanjangkan sedikit, diberi bumbu2 romantis, pasti lebih enak dinikmati~
    Ditunggu kelanjutan ceritanya ya... hehehe

    ...not your ordinary cat

  17. #17
    ~Senior Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    -Fate-LeinGod- Masih Tahap Guest
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    586
    Post Thanks / Like

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    21.Kenangan Terindah

    Cerita:
     

    Aldi merasa bosan, ia sangat tidak suka akan Hari Natal. Baginya, hari tersebut merupakan hari yang membosankan. Wajar saja, Aldi tidak pernah merayakan Natal sebelumnya. Ia ditinggal oleh orang tuanya ketika ia masih berumur 4 tahun. Ia dititipkan di panti asuhan, dan ia tidak memiliki teman bermain pada hari itu.

    Suatu hari, Natal menjelang tiba, dan Aldi tampak tidak senang. Sudah 16 tahun lamanya dan ia masih membenci hari Natal. Ketika itu, ia sedang jalan – jalan di tengah kota, tapi ia terlihat jengkel, karena terlihat hiasan – hiasan pohon natal dimana – mana. Ia berusaha berlari dari tempat yang memuakkan itu. Secara tidak sengaja, ketika ia berlarim ia menabrak seorang gadis, yang terlihat lebih muda 2 tahun darinya. Gadis itu terlihat terburu – buru, dan tidak sadar kalau ia telah menjatuhkan sapu tangan putih miliknya. Aldi segera mengambil saputangan itu, dan memanggil gadis tersebut. Tetapi tidak satu pandangan pun diberikan gadis itu. Gadis itu benar – benar sibuk. Karena tidak ada yang dapat dilakukan olehnya, ia membawa pulang saputangan itu ke rumahnya. Sapu tangan itu terlihat sangat kotor, sehingga ketitka ia pulang, Aldi mencucinya dengan bersih.

    Setiap hari, Aldi membawa sapu tangan tersebut, mengharapkan pemiliknya datang untuk mencari sapu tangan tersebut. Berhari – hari ia menunggu, tetapi gadis itu tidak muncul juga. Setiap kali ia pulang kerumahnya, selalu terpikir akan gadis tersebut. Dipandangnya terus sapu tangan putih tersebut, membayangkan akan diri gadis tersebutm sehingga membuatnya terdiam tidak sadar apa yang dipikirkannya. Beberapa menit kemudian, ia baru sadar kalau ia sedang melamun akan gadis tersebut. Aldi pun dalam hatinya berkata, “Masa ia aku jatuh cinta sama gadis yang kutabrak beberapa hari yang lalu itu? Ah, tidak mungkin, aku tidak pernah suka orang lain. Tapi mengapa...?”
    Ia terus berpikir, mengapa ia terus memikirkan soal gadis tersebut, segala pikirannya hanya tertuju pada gadis tersebut, tiada yang lain, bahkan ia sempat melupakan rasa bencinya kepada hari Natal.

    Keesokan harinya, Aldi pergi lagi. Aldi tetap mencari, tetapi masih juga tidak ketemu. Ketika Aldi hampir menyerah, tiba – tiba ia melihat gadis tersebut di dalam toko hiasan natal. Aldi pun sekali lagi berkata dalam hatinya: “Pantes aja aku nggak ketemu dia terus, rupanya dia di dalam toko ini terus, kenapa kaga kepikiran dari dulu yah.. Aduh bodoh banget sih aku.”
    Segera, dengan mukanya yang agak merah, ia memanggil gadis itu, “Dik, kamu yang kemarin lalu tidak sengaja tertabrak aku kan...? Kamu menjatuhkan sapu tangan mu, Ini kukembalikan sapu tanganmu.”
    Dengan muka merah menahan malu, ia berusaha untuk meninggalkan toko tersebut, tetapi gadis itu menyahutnya;”Aldi? Aldi yah? Masih inget kan sama aku, ini aku, Di.”
    Aldi terkaget – kaget, suara yang didengarnya membuat badannya terpaku tidak dapat bergerak.,, Ia hanya dapat berkata, “Liana, Liana kah itu?”
    Aldi teringat akan masa lalunya. Ia pernah berjanji kepada Liana jika ia telah berumur 20 tahun, ia akan berpacaran sama Liana. Tetapi karena mereka lama tidak bertemu, Aldi sedikit lupa.

    “Di! Bantu bentar dong, ini anak – anak di panti asuhan ingin merayakan Hari Natal. Bantu aku yah. Aku nggak bisa mengurus semuanya sendirian nih.”

    Teringat akan kekasih lamanya, ia tidak bisa menolak. Dengan rasa mau tidak mau ia membantu. Aldi disuruh untuk mendekorasi pohon natal.
    “Haa?! Pohon Natal? Kaga salah nih? Aku kan kaga hobi yang seperti ginian,” gumam Aldi.
    Aldi ingin menolak, tetapi tidak enak akan perasaan Liana. Tiba – tiba Liana datang menghampiri.
    “Eh, Di.. Gue bantu yah,” sahut Liana.
    Aldi hanya bisa mengangguk. Ketika Liana hendak memasang bintang pada pohon natal, tiba – tiba Liana terjatuh. Secara tidak sengaja Aldi melihat keatas dan akhirnya, secara tidak sengaja Liana mencium Aldi. Muka Liana merah, seperti kepiting, tetapi Aldi yang mentalnya tidak kuat akan hal begini, jatuh pingsan dan demam. Karena panik, Liana segera menelepon dokter.

    Tanggal 25 Desember, tepat ketika Aldi bangun dari pingsannya, ia sadar kalau Liana berada di sampingnya, tertidur, seakan menunggu Aldi bangun. Ketika Aldi bangun, tiba – tiba teringatlah dia akan kenangan masa lalunya dengan Liana. Tiba – tiba Liana terbangun dan melihat muka Aldi. Liana memeluk Aldi.
    “ Merry Christmas yah Andi, maaf kalau aku sudah maksa kamu membantu ku, padahal aku tahu kamu tidak suka Natal,” sahut Liana.
    “Tidak apa – apa Liana, aku juga senang karena aku bisa membantu kamu... maafkan juga aku karena sudah melupakan janji lama kita.”
    Liana tersenyum sambil menangis. Ia sangat senang karena Aldi sudah mengingat semuanya kembali.

    “Kupikir Natal merupakan hal yang membosankan, tetapi ternyata tidak. Kuarasa aku telah salah menilai selama ini. Sekarang kudapatkan kebahagiaan di tengah Natal yang selama ini kubenci. Terima kasih Tuha, ini lah Kenangan terindah yang Engkau berikan. Merry Christmas too, Liana,” gumam Aldi dalam hatinya.


     

    Comment from Stylish :

    aiih romantis banget, manis de ceritanya



    Comment from ShaSha :

    Secara keseluruhan, ceritanya manis dan romantis. Tipikal cerita favorit cewek2 nih. haha
    Bagian ciuman karna terjatuh, janji masa kecil adalah adegan yg cukup pasaran. Sering banget dipakai di drama / komik. Tapi nda jadi masalah karena digambarkan dengan cukup baik. Hanya bagian waktu Aldi pingsan dan demam terasa agak lebay..

    Game Status<br />╰☆╮Megaxus Game<br />✰Ayodance<br />Nick: -eLiTeZ-paPiH-<br />Status: 33 Semi Pro, Temporary Pensi <br />╰☆╮Aim: Cari cara buat main game Megaxus n Lyto di Ausie<br /><br />kalo ga ketemu... Jadinya..Pensi? Sigh..

  18. #18
    Inugami
    Guest
    This user has no status.
     
    ----
     

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    2. Malam Natal

     
    Malam natal adalah malam yang kutunggu-tunggu. Karena hanya di malam itulah keluargaku bisa tersenyum dan akur. Aku terlahir di broken home family. Kedua orangtuaku selalu bertengkar hebat, yang mengakibatkan perceraian mereka. Aku ikut ayahku, dan adikku yang kusayang, Eva, ikut ibuku. Namun karena adat keluarga mengharuskan pertemuan saat merayakan natal, kami bisa kembali bertemu dan makan bersama hanya saat itu. Natal adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu. Dan saat ini 24 Desember, aku tidak sabar menunggu nanti malam.

    “Kei! Antar ayah ke stasiun! Malam ini ayah akan kerja lembur!” sahut ayahku dari dalam kamar.

    Hah? Lembur?!

    “Tapi yah! Bukankah besok hari natal?! Kenapa ayah malah lembur?!” sergahku.

    “Tanyakan itu pada atasan ayah! Sudah, ayo cepat antar ayah! Sudah hampir terlambat nih!”

    Aku agak tenang mendengarnya, kupikir ayah memang sengaja melempar dirinya untuk lembur agar tidak bisa merayakan malam natal bersama. Tapi dari nada bicaranya, dia terdengar cukup kesal.

    Aku pun mengantar ayah ke stasiun. Hah, semoga saja ayah bisa pulang sebelum jam 10 malam... aku ingin merayakan natal bersama seperti tahun lalu, entah kenapa aura natal membuat kami serasa akur dan lebih dekat.

    Jam 8 malam, seseorang mengetuk pintu rumahku. Ah, itu pasti ibu dan Eva!

    Aku segera membuka pintu, dan memang benar itu mereka. Kangen banget aku sama ibu dan adikku yang manis ini. Aku mempersilahkan ibu dan Eva masuk, ibu terlihat agak kecewa dan sedih begitu mendengar kabar bahwa ayah lembur. Tapi beliau kembali tersenyum saat kuberitahu kalau itu bukan keinginannya.

    Menyenangkan sekali berkumpul lagi bersama ibu dan adikku, makan bersama seperti ini, yang hanya bisa kurasakan setahun sekali. Tapi kemana ayah? Kok dia belum datang juga yah...

    Aku melihat ibuku, tampak beliau mulai gelisah karena ayah belum datang.

    TOK TOK, terdengar suara ketukan dipintu.

    Ah, itu pasti ayah! Kami segera berlari menyambut ayah pulang. Ayah tampak kelelahan, beliau tersenyum ketika melihat kami semua menyambutnya.

    Selamat Natal semua!!


     

    Comment from Stylish :

    hmm lumayan tp ms kurang crispy


    Comment from ShaSha :

    A warm story tapi penceritaannya terlalu datar dan polos tanpa bumbu...


  19. #19
    ~Star Poster~
    This user has no status.
     
    ----
     
    Scarface Masih Tahap Guest Scarface's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    9,898
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    76. kangen

     

    1 Oktober 2005....
    Jack dan Elly menikah di gereja St Xaverius. pendeta mengikrarkan mereka sebagai pasangan suami istri.
    setelah keluar dari gereja, Jack membopong Elly dan mengacungkan kepalan tangannya ke langit sambil berseru lega.. "YESS........!!!"
    ia telah memenangkan hati Elly.

    24 Desember 2005...
    malam natal terindah bagi Jack dan Elly.

    3 Januari 2006....
    Elly mengandung anak Jack.

    13 April 2006...
    Elly keguguran. Jack menghiburi Elly "aku bersyukur kau masih selamat... tak terbayangkan hidupku tanpamu."
    namun Elly terus menangis sedih. "maafkan aku, aku begitu ceroboh."

    20 Juli 2006 ...
    Jack mulai sering pulang larut malam, sering emosi, sering marah-marah.
    segala hal yang dilakukan Elly selalu salah dimatanya.

    17 Oktober 2006 ...
    Elly tidak tahan lagi atas sikap Jack, kemudian mereka bertengkar hebat.

    18 Oktober 2006 ...
    Elly mengemasi barangnya dan pergi meninggalkan Jack.
    saat terbangun, Jack mendapati sisi pembaringannya telah kosong.
    di atas meja kerjanya, ia melihat surat peninggalan Elly.
    seharian itu, Jack merokok di dalam kamarnya sambil menerawang lurus keluar jendela rumahnya.
    ia seperti sedang menonton pertandingan sepak bola yang membosankan, dengan jendela sebagai layar televisinya.
    satu batang habis, ia segera menyulut batangan lainnya.
    begitu terus. seakan asap rokok tersebut menggantikan airmatanya
    yang tak mampu dikeluarkannya.

    20 Oktober 2006 ...
    Jack bangit dari kursinya, mematikan rokoknya, mandi, makan,
    kemudian ia berpakaian rapih dan menyusul Elly.

    21 Oktober 2006...
    Jack bertemu dengan Elly, ia pun segera sibuk membujuk Elly untuk kembali padanya.
    tapi Elly tidak mau.

    11 November 2006...
    usaha gigih Jack tidak membuahkan hasil. Elly mempermalukannya di hadapan umum.
    ia menampar Jack di tengah keramaian, dan menggandeng "teman" baru nya.
    dan "teman" tersebut dengan bangga merangkul Elly dan mengajaknya pergi meninggalkan Jack.

    12 November 2006...
    Jack meninggalkan pesan di mesin penjawab telepon Elly.
    sebenarnya Elly ada di sana, tapi ia tak mau mengangkatnya.
    "ini aku, Jack. dengar, kalau kau memang tidak mau kembali lagi,
    terserah padamu. aku sudah tidak perduli lagi padamu.
    kau hanya penambah deritaku, bebanku!
    kau sudah seperti setan!
    aku mengutuki hari saat aku bertemu denganmu!"
    itulah kata terakhir Jack pada Elly.

    10 Desember 2006...
    Elly kembali pada Jack, ia mendatangi Jack, dan meminta maaf.
    ia ingin supaya diantara mereka tidak terjadi lagi permusuhan apapun.
    ia rindu pada Jack, dan masa-masa dulu sebelum Jack menjadi stress karena pekerjaan,
    dan mengakibatkan ia menjadi mudah emosi.
    tapi Jack hanya diam dan menanggapinya dengan dingin.

    20 Desember 2006 ...
    Elly pergi diam-diam darinya. sejak itu mereka tidak pernah kontak lagi.

    25 Desember 2006 ...
    Natal pertama Jack tanpa Elly. Jack merasa sangat kesepian.
    ia membayangkan Elly ada di sisinya.

    25 Desember 2007 ...
    Natal kedua Jack tanpa Elly. Jack merasa hampa, bingung dan tidak keruan.
    ia hanya merokok kembali untuk menenangkan suasana hatinya.
    ia ingin Elly ada di sisinya.

    1 Desember 2008...
    Jack mulai rajin menulis surat untuk Elly.
    setiap hari ia mengirimkan surat untuknya.

    23 Desember 2008...
    surat balasan tetap tidak ia terima. padahal menurut teman-teman Elly,
    Elly baik-baik saja dan tidak pindah rumah.
    akhirnya Jack menulis surat terakhir untuk Elly berbunyi...

    "kenapa tidak juga membalas suratku?
    begini saja. kau balas saja melalui tindakanmu.
    24 Desember 2008, aku akan menunggumu di tempat pertama kita bertemu,
    yakni tempat pertama kita bertemu tanggal 24 Desember 2000.
    bila kau benar-benar benci padaku dan tak ingin melihatku kembali,
    biarlah kau tak usah datang selamanya.
    bila kau sudah memaafkanku, dan hanya ingin berdamai denganku,
    datanglah tanggal 25 Desember, di tempat pertama kita bertemu, aku akan ada di sana.
    tapi bila kau ingin kembali padaku, datanglah sebelum tanggal 24 Desember *****hir.
    aku berjanji akan menyayangimu dan tidak menyia-nyiakanmu lagi selamanya."

    24 Desember 2008...
    Jack menunggui Elly seharian di sebuah tempat duduk di tepi kota Halloween Street.
    malam itu turun salju sedikit-sedikit. Jack tetap menanti Elly dengan sabar.
    sudah hampir jam 12 malam, tapi tak seorangpun datang.
    Jack mulai resah dan merokok lagi.

    24 Desember 2008, 23:59 ..
    bayangan seseorang tampak muncul dari sejauh mata memandang.

    seseorang!

    Elly, itukah engkau?
    ataukah orang lain?
    apakah kau datang untuk kembali dalam kehidupan Jack?
    ataukah itu orang lain yang datang untuk memberitahukan kabar buruk bahwa Elly tidak bisa datang malam itu
    karena ia terkena sesuatu dalam perjalanan? atau kabar lainnya?

    sungguh Jack menginginkanmu kembali.



     

    Comment from Stylish:

    Saya suka banget konsep, ide cerita ini, bagus dan menarik, tapi kenapa endingnya seperti itu


    Comment from ShaSha :

    Wah.. konsep ceritanya unik dan ceritanya bagus!!
    Gambaran sepasang insan yg sama2 keras kepala karena gengsi hahaha...
    btw, endingnya sengaja dibuat mengambang supaya pembaca bebas memilih endingnya sendiri ya?

    It’s a scar.It can’t be healed
    Dream, give me signs | turn back the clock | give me some time | I need to break up | make new name | it's brand new day

  20. #20
    ~Star Poster~
    is a Hardcore Kamilia
     
     
    Kitten Harapan Baru Forum Kitten's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    9,796
    Post Thanks / Like
    Achievements

    Re: [[EVENT]] Lomba Membuat 100 Cerpen -post here-

    37. Maaf

     
    Maaf

    Saat itu tanggal 24 Desember dan di dalam SMA Santo Felix Nola masih terdengar keributan.

    "Eh lo! Ga usah sok pahlawan deh! Geli tau ga gw liatnya!" Melody, pemimpin gank urakan yang isinya perempuan semua itu meneriaki Betty yang bermaksud menyelamatkan Lola.
    Lola adalah target favorit gank yang terkenal dengan nama gank Dinamit.

    "Apa-apaan sih? Ngiri ya sama Lola gara-gara dia cakep?" Kata Betty.
    "NGIRI?! Sama cewe miskin kayak gitu? Ga banget kalee.." Ucap Martha dengan nada yang sungguh-sungguh tidak enak didengar.
    "Eh, temen-temen, kayaknya kita pergi aja deh, ga tahan gw deket dua cewe tengil ini..." Melody mengajak teman-temannya satu ganknya yang bernama Missy, Martha, dan Dea itu.

    "Lo gak apa-apa kan Bet?" Kata Betty ke Lola setelah mereka pergi.
    "Pinggang gw sakit banget La... Tadi kan lo liat si Dea dorong gw kenceng banget ampe gw jatoh..."
    "Sini, gw anter lo ke UKS, biar ntar gw aduin ke kepala sekolah baru tau rasa mereka."

    Setelah Lola membawa Betty ke UKS, Lola menitipkan Betty ke pengurus UKS sekolah lalu benar-benar melaporkan Dinamit ke kepala sekolah.
    Dan hasilnya, empat perempuan yang senang menyiksa anak lain di sekolah itu pun dipanggil ke ruang kepala sekolah.
    Saat itu Betty sudah agak enakan, jadi bisa dipanggil juga.

    "Iya tuh Pak! Masa si Betty didorong ampe jatoh sama mereka!" Betty mengadu di depan Dinamit.
    Pak Kepala Sekolah mulai berceramah,"Wah wah... Ada jagoan ya di sekolah? Kalo mau jadi jagoan, kalian bisa tuh jadi preman di depan sekolah. Tapi jangan jadi preman di dalama areal sekolah. Nanti saya akan panggil orang tua kalian dan kalau terjadi apa-apa sama Betty, saya mau kalian berempat mengundurkan diri dari sekolah ini."

    Tiba-tiba Melody menyambar,"Apaan Pak! Yang ngedorong kan si Dea!!! Kita bertiga ga ngapa-ngapain!"
    Sekejap Martha, Missy, dan Dea menatap Melody dengan tatapan kaget.
    "Ohh... Jadi kamu ya Dea... Kalian bertiga boleh kembali ke kelas." Kata kepala sekolah tiba-tiba.

    Lola juga kaget dan segera ingin meluruskan,"Tapi Pak..."
    "Sudah Lola, kamu juga kembali ke kelas saja, Bapak sudah mendapat cukup keterangan. Antar Betty ke UKS lagi ya..."
    "Emm.. Iya Pak..." Lola menunduk.

    Esok harinya diketahui kalau tulang paha di dekat pinggang Betty retak dan harus dioperasi agar dapat berjalan normal lagi. Karena itu Dea dikeluarkan dari sekolah.
    Saat itu pun Melody tidak mau meminta maaf kepada Dea, katanya,"Orang emang gw ga ngelakuin apa-apa kok!"
    Sekejap Gank Dinamit hilang dari peredaran. Missy dan Martha memusuhi Melody dan sekolah berjalan seperti biasa.

    Saat itu tanggal 25 Desember dan Melody masih malu untuk minta maaf kepada Dea.


     

    Comment from Stylish :

    Oh my god ceritanya..kasihan amat tuh Betty..hanya saja ekspresi maafnya masi kurang, tp dah bagus kok idenya


    Comment from ShaSha :

    wow... sekolah ini nda ada libur natal ya?
    ide cerita udah oke, tapi tema natal terkesan terlalu dipaksakan masuk ke cerita ini dan topik maafnya kurang terasa. sayang sekali
    dan alur cerita yg terlalu buru2 bikin cerita jadi kehilangan gregetnya.
    seandainya di akhir cerita dikisahkan Melody akhirnya minta maaf dengan tulus pada Dea, mungkin akan membuat cerita ini lebih enak dibaca.

    Ada 2 kesalahan pengetikan nama yg sempat bikin ShaSha bingung...
    1. "Lo gak apa-apa kan Bet?" Kata Betty ke Lola setelah mereka pergi.
    (Betty menanyakan pada Lola keadaan BETTY?)
    2. "Iya tuh Pak! Masa si Betty didorong ampe jatoh sama mereka!" Betty mengadu di depan Dinamit.
    (Betty mengadukan Betty?)
    Hayoo lain kali lebih teliti yah

    ...not your ordinary cat

Closed Thread
Page 1 of 6 1 2 3 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts